Rabu 28 Dec 2022 18:16 WIB

5 Cerita Alien Luar Biasa di 2022, Pencarian Kapal Induk Alien Hingga Mikroba di Mars

Para ilmuwan juga mengungkapkan temuan luar biasa tentang alien.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
Aliens/ilustrasi

Protokol resmi untuk menghubungi alien

Para ilmuwan masih bingung apa yang harus dilakukan jika ingin menemukan alien. Oleh karena itu, pada bulan November, sekelompok ahli kebijakan dan ilmuwan mengumumkan pembentukan Pusat Deteksi Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI), sebuah organisasi lintas disiplin yang akan membentuk protokol kontak alien baru.

Sebelumnya, protokol kontak telah ditulis oleh SETI Institute pada tahun 1989, tetapi protokol tersebut sebagian besar berfokus pada bagaimana penemuan harus dibagikan kepada publik dan ilmuwan lain. Protokol baru akan mencoba memberi manusia sedikit lebih banyak keterampilan sosial lintas bentuk kehidupan, membantu para ilmuwan memilih sinyal yang berpotensi cerdas di luar angkasa dan menguraikan maknanya.

Klaim sinyal alien yang viral

Hanya untuk satu hari di bulan Juni, momen kontak pertama dengan alien tampak seperti tiba setelah para ilmuwan di Teleskop Sferikal Apertur lima ratus meter China yang mengklaim kemungkinan mereka mengambil sinyal jejak dari makhluk luar angkasa. Klaim tersebut menjadi viral, menyebar ke seluruh media pemerintah China dan platform media sosial China Weibo.

Namun, kekecewaan menyusul ketika ilmuwan SETI Dan Werthimer mengumumkan bahwa sinyal tersebut hampir pasti berasal dari manusia. Werthimer mengatakan sinyal radio pita sempit, pada awalnya sangat menarik bagi para ilmuwan karena biasanya hanya berasal dari sumber buatan, berasal dari interferensi berbasis bumi yang muncul di dalam teleskop raksasa seperti sinyal alien.

Mikroba Mars yang dikutuk oleh perubahan iklim

Pada bulan Oktober, studi pemodelan iklim Mars purba mengatakan Mars dan bumi mungkin pernah memiliki atmosfer yang sama dan merupakan rumah bagi mikroba awal yang mengonsumsi hidrogen untuk menghasilkan metana.

 

Karena Mars lebih jauh dari bintang daripada bumi, Mars lebih bergantung pada kabut gas rumah kaca yang memerangkap panas, seperti karbon dioksida dan hidrogen untuk mempertahankan suhu yang ramah bagi kehidupan. Jadi, ketika mikroba Mars kuno memakan hidrogen dan menghasilkan metana, mereka menghadapi konsekuensi yang lebih keras karena memakan selimut penangkap panas planet. Akibatnya, ini membuat Mars terlalu dingin untuk mengembangkan kehidupan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement