Rabu 15 Dec 2021 16:08 WIB

Peluncuran Teleskop James Webb Tertunda karena Masalah Komunikasi 

Peluncuran Teleskop Luar Angkasa James Webb ditargetkan pada 24 Desember.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Dwi Murdaningsih
Teleskop James Webb.
Foto: esa
Teleskop James Webb.

REPUBLIKA.CO.ID, CAPE CANAVERAL -- Peluncuran teleskop antariksa James Webb pada pekan depan tertunda setidaknya selama dua hari. Penundaan ini disebabkan masalah komunikasi antara pihak  observatorium dan roket. 

Peluncuran Teleskop Luar Angkasa James Webb ditargetkan tidak lebih awal dari 24 Desember. NASA mengumumkan penundaan terbaru untuk teleskop senilai 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) Selasa (14/12). 

Baca Juga

“Informasi lebih lanjut akan tersedia akhir pekan ini,” kata para pejabat, dilansir dari ABC News, Rabu (15/12). 

Webb sedang menunggu peluncuran di atas roket Ariane di pelabuhan antariksa Badan Antariksa Eropa di Guyana Prancis. Teleskop telah diletakkan di atas roket Sabtu (11/12). Liftoff telah dijadwalkan pada 22 Desember. 

Webb dianggap sebagai penerus Teleskop Luar Angkasa Hubble dan telah tertunda selama bertahun-tahun. 

Diketahui Teleskop Webb menjadi proyek kerja sama antara NASA, ESA, dan Badan Antariksa Kanada. Total biaya observatorium mendekati 10 miliar dolar AS yang menjadi Webb sebagai misi sains paling mahal dan kompleks yang pernah diluncurkan. 

Salah satu kontribusi ESA adalah roket Ariane 5 yang akan meluncurkan Webb menuju pos operasinya hampir satu juta mil dari Bumi. Setelah peluncuran, observatorium akan memulai urutan penyebaran untuk memperluas susunan surya, antena gain tinggi, dan segmen cermin. 

Webb juga memiliki pelindung matahari lima lapis untuk menaungi cermin, detektor, dan instrumen sainsnya. Fungsinya untuk menjaga teleskop lebih dingin  dari minus 370 derajat Fahrenheit atau minus 223 derajat Celcius. 

Terbuat dari kapton berlapis alumunium, setiap lapisan pelindung matahari setipis rambut manusia. Payung penahan atau kerai akan meluas seukuran lapangan tenis setelah Webb berada di luar angkasa. Instrumen inframerah observatorium akan mengintip ke dalam jangkauan tertua dan terjauh alam semesta untuk mempelajari beberapa bintang dan galaksi pertama yang terbentuk setelah Big Bang lebih dari 13,5 miliar tahun lalu. 

 

photo
Teleskop luar angkasa tercanggih, James Webb akan mulai beroperasi akhir 2021. - (republika)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement