Kamis 25 Mar 2021 15:04 WIB

Studi Baru Jelaskan Bencana yang Picu Dinosaurus Punah

Ilmuwan menduga bencana yang memicu dinosaurus punah adalah fraksi dari komet.

Rep: zainur mahsir ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih
Dinosaurus. ilustrasi
Foto: mirror.co.uk
Dinosaurus. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puluhan juta tahun lalu, Asteroid Chicxulub atau Penabrak Chicxulub, meninggalkan sebuah kawah di lepas pantai Meksiko yang membentang sejauh 93 mil dan kedalaman 12 mil. Dampak peristiwa ini dikatakan membawa malapetaka lain bagi dinosaurus yang memicu kepunahan massal tiba-tiba.

Dalam studi yang terbit di Scientific Reports, para peneliti menemukan teori baru mengenai asal-usul objek yang menghancurkan itu.

Baca Juga

Dijelaskan, para peneliti menggunakan analisis statistik dan simulasi gravitasi. Dalam cara itu, para peneliti, Abraham Loeb dan Amir Siraj, menunjukkan bahwa fraksi signifikan dari jenis komet tersebut berasal dari awan Oort. Awan Oort adalah sebuah puing bola di tepi tata surya yang terbentuk ke medan gravitasi Jupiter selama orbitnya, hingga akhirnya dikirim ke dekat matahari. Perjalanan itu, meningkatkan laju komet.

"Pada dasarnya, Jupiter bertindak sebagai semacam mesin pinbal. Jupiter menendang komet berperiode panjang ini ke dalam orbit, dan membuatnya sangat dekat dengan matahari," kata Siraj, yang juga wakil presiden Mahasiswa Harvard untuk Eksplorasi dan Pengembangan Luar Angkasa dikutip dari science daily, Kamis (25/3).

Dia menambahkan, komet berperiode panjang itu membutuhkan lebih dari 200 tahun untuk mengorbit matahari. Sehingga, kerap kali disebut pemakan matahari.

"Bagian yang lebih dekat ke matahari terasa lebih kuat, dan tarikan gravitasi dari pada bagian yang lebih jauh dari matahari menimbulkan gaya pasang surut, ”ujarnya.

Hipotesis Penabrak

Berdasarkan perhitungan dan teori dari Loeb serta Siraj, meningkatkan kemungkinan bahwa komet berperiode panjang itu menabrak Bumi dengan faktor sekitar 10. Penemuan itu sejalan dengan penelitian dari astronom lain.

"Makalah kami memberikan dasar untuk menjelaskan terjadinya peristiwa ini. Pada kenyataannya, jika Anda memecah suatu objek saat mendekati matahari, hal itu dapat menimbulkan tingkat kejadian yang sesuai dan juga jenis dampak yang (bisa) membunuh dinosaurus," kata Loeb.

Dalam hipotesisnya, mereka memprediksi bahwa kawah berukuran Chicxulub lainnya di Bumi lebih mungkin berhubungan dengan penabrak serupa komposisi primitif (kondrit berkarbon). Alih-alih dari yang diharapkan pada asteroid sabuk utama konvensional lainnya.

Para peneliti itu mengatakan bahwa komposisi juga mendukung model mereka. Utamanya, setelah tahun-tahun benda tersebut menabrak Bumi. Komposisi mendukung perhitungan pada tingkat dampak komet berukuran Chicxulub yang terganggu pasang surut dan untuk yang lebih kecil seperti penabrak yang membuat kawah Zhamanshin.

Mereka menyatakan, jika kejadian sama serupa, bisa diperkirakan, hal itu akan menyerang Bumi setiap 250 ribu hingga 730 ribu tahun sekali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement