Senin 22 Mar 2021 10:26 WIB

Peluncuran Huawei P50 Digeser ke Bulan Mei

Peluncuran P50 dipindahkan karena alasan terkait dengan HarmonyOS.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih
AppGallery Huawei
Foto: xda
AppGallery Huawei

REPUBLIKA.CO.ID, SHENZHEN -- Ponsel flagship Huawei P50 dikabarkan menjadi ponsel pertama Huawei yang dikirimkan tanpa Android. Sebuah laporan baru yang mengutip sebuah publikasi China mengklaim peluncuran ponsel tersebut telah dipindahkan karena alasan terkait dengan HarmonyOS.

Ponsel tersebut dilaporkan memasuki fase pengujian beta tiga sekitar dua pekan yang lalu. Tampaknya semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Laporan tersebut tidak membahas secara spesifik apa masalahya.

Baca Juga

Dilansir dari Phone Arena, Senin (22/3), alhasil, peluncuran tersebut diduga ditunda hingga Mei. Bocoran sebelumnya mengatakan ponsel tersebut akan diluncurkan menjelang akhir Maret.

Ponsel pintar Huawei saat ini, termasuk Mate X2 yang dapat dilipat, menjalankan Android versi open-source. Versi beta dari sistem operasi perusahaan telah tersedia untuk diunduh di beberapa perangkat termasuk Mate 30 dan MatePad Pro sejak Desember 2020.

Perusahaan berencana untuk memulai peluncuran resmi pada April. Itu juga akan membagikan roadmap guna meningkatkan ponsel lama ke OS internal bulan depan. Selain itu, laporan ini juga menegaskan seri P50 akan terdiri dari tiga model, yakni P50,P50 Pro dan P50 Plus.

Google telah memutuskan hubungan dengan Huawei karena sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Ponsel perusahaan sekarang dikirimkan tanpa versi Android berlisensi. Versi sumber terbuka tidak memiliki layanan Google penting seperti Gmail.

Perusahaan ini memiliki toko aplikasinya sendiri yang dikenal sebagai AppGallery dan layanan di bawah ekosistem yang disebut Huawei Mobile Services(HMS) yang mirip dengan Google Mobile Services. Pada akhir Februari, App Gallery memiliki lebih dari 530 juta pengguna aktif bulanan dan HMS memiliki 2,3 juta pengembang terdaftar secara global.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement