Kamis 09 Nov 2017 13:09 WIB

Pemilik Ponsel Pertanyakan Kualitas Layar Pixel 2 XL

Rep: Noer Qomariah Kusunawardhani/ Red: Winda Destiana Putri
Ponsel Google Pixel 2 XL
Foto: CNET
Ponsel Google Pixel 2 XL

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ponsel android terbaru dari Google, Pixel 2 XL secara resmi keluar. Bagi Anda yang ingin membelinya, jangan dulu terburu-buru dan langsung memesannya.

Banyak orang yang sudah menggunakannya mempertanyakan kualitas Pixel 2 XL. Pemilik ponsel hits ini menyuarakan keluhan mereka tentang perubahan warna dan layar terbakar.

Masalah pertama yang diketahui pemilik Pixel 2 XL adalah suhu warna layar yang tidak konsisten. Paling mencolok saat melihat apapun dengan latar belakang warna putih.

Saat ponsel mati, layar memiliki suhu warna yang hangat. Namun ketika menggeser titik posisinya sedikit, Anda akan melihat perubahan suhu warna menjadi kebiru-biruan.

Masalah ini hanya ditemukan dalam ponsel Pixel XL 2 berukuran enam inchi. Tidak ditemukan masalah layar pada Pixel 2 berukuran lima inchi. Hal ini bisa juga terkait dengan jenis OLED yang digunakan pada Pixel 2 XL.

Pixel 2 diproduksi oleh HTC dan menggunakan layar AMOLED buatan Samsung. Pixel 2 XL dibuat oleh LG dan menggunakan p-OLED (p singkatan dari plastik) yang dibuatoleh divisi tampilan di perusahaan.

Masalah lainnya, layar menyala dengan terang menjadi seperti bayangan hantu bahkan saat menutup aplikasi. Panel navigasi di ponsel yang digeser ke bagian bawah layar meninggalkan garis besar permanen. Pemilik ponsel tidak akan menyadarinya kecuali memeriksa layar dengan seksama.

Pihak Google mengatakan akan menyelidiki keluhan tersebut. Mereka mengungkapkan layar Pixel 2 XL telah dirancang dengan teknologi p-OLED canggih, termasuk resolusi QHD+, gamut warna lebar, dan rasio kontras tinggi untuk terjemahan alami dan warna yang indah.

"Kami menempatkan semua produk melalui pengujian kualitas ekstensif sebelum diluncurkan dan dalam pembuatan setiap unit. Kami secara aktif menyelidiki laporan ini," kata pihak Google yang dilansir dari Mashable.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement