Rabu 13 Sep 2023 17:10 WIB

Apple Bakal Setop Pakai Bahan Kulit untuk Aksesori, Capai Target Net Zero

Bahan kuli biasanya dipakai untuk strap Apple Watch dan casing ponsel.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Apple dilaporkan menyetop penggunaan bahan kulit untuk semua aksesorinya.
Foto: EPA-EFE/MAHMOUD KHALED
Apple dilaporkan menyetop penggunaan bahan kulit untuk semua aksesorinya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi multinasional, Apple, dilaporkan akan menyetop penggunaan bahan kulit pada semua aksesorisnya sebagai upaya untuk mencapai target net-zero atau bebas karbon pada 2030. Bahan yang terbuat dari kulit hewan itu biasanya digunakan untuk strap Apple Watch dan casing ponsel.

Sebagai pengganti, Apple akan menggunakan bahan tekstil yang telah didaur ulang sebanyak 68 persen. Apple menamai bahan tersebut sebagai 'FineWoven'.

Baca Juga

Wakil presiden Apple untuk lingkungan, Lisa Jackson, menjelaskan bahwa material kulit adalah bahan yang populer untuk aksesori. Namun sayangnya, material tersebut memiliki jejak karbon yang signifikan, terutama pada skala Apple.

"Untuk mengurangi dampaknya, kami tidak akan lagi menggunakan bahan kulit pada produk Apple yang baru, termasuk untuk strap Apple watch,” kata Jackson seperti dilansir Retail Gazette, Rabu (13/9/2023).

Ini bukan satu-satunya perubahan yang dilakukan peritel untuk memenuhi target nol karbon. Apple akan menerapkan proses baru untuk mengurangi penggunaan bahan baku pada produknya sebagai bagian dari targetnya untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2030.

Peritel ini mengklaim bahwa jam tangan mereka telah memenuhi target tersebut, setelah mengurangi emisi dalam produksi dan pengiriman hingga 75 persen. Sementara itu, sisa emisi akan diimbangi dengan membeli kredit karbon.

Raksasa teknologi ini juga akan menggunakan lebih banyak bahan daur ulang pada jajaran iPhone-nya, termasuk menggunakan baterai yang terbuat dari 100 persen cobalt daur ulang. Selain itu, magnet pada perangkat Apple juga akan mengandung 100 persen logam tanah jarang (LTJ) yang didaur ulang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement