Senin 15 Feb 2021 17:14 WIB

Meteorit Berusia Miliaran Tahun Dilelang, Berapa Harganya?

Lelang tersebut diadakan secara daring mulai 5 Februari sampai 23 Februari.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
Meteorit. Ilustrasi.

Untuk memperkirakan nilai meteorit, Kepala Departemen Sains dan Sejarah Alam Christie, James Hyslop mempertimbangkan sistem empat S, yakni ukuran, bentuk, cerita, dan sains (size, shape, science dan story) . Oleh karena itu, meteorit yang lebih besar umumnya dianggap lebih berharga daripada yang kecil. Selain itu, meteorit yang secara alami memiliki bentuk yang indah juga bisa mendapatkan harga mahal.

“Dalam beberapa dekade terakhir para ilmuwan telah menentukan sekelompok meteorit yang sangat langka berasal dari permukaan bulan. Ini selalu yang paling populer di kalangan kolektor,” kata Hyslop, dilansir Live Science, Senin (15/2).

Hyslop mengatakan salah satu meteorit yang menakjubkan adalah meteorit Pallasite yang berasal dari batu besi dan menghasilkan permata yang berkilau. Sebuah specimen Imilac dari Gurun Atacama Chili yang akan dilelang, penuh dengan kristal olivin dan peridot kuning yang bersinar dan diatur dalam matriks logam. Meteorit pallasit lain yang digiling dan dipoles menjadi bola, menyerupai “bola kristal luar angkasa.”

Ada spesimen lain yang tidak berkilau, misal dari Gurun Sahara. Meski begitu, spesimen itu memiliki bentuk yang unik. Bentuk unik tersebut didapat saat meteorit melalui proses jatuh ke Bumi dari atmosfer.

“Jarang ada objek yang selamat dari atmosfer seperti yang terlihat dalam meteorit ini. Sungguh menakjubkan untuk dilihat,” ujar dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement