Kamis 11 Apr 2024 17:37 WIB

Mengapa Ribuan Meteorit Hilang dari Antartika?

Kenaikan suhu udara global menjadi penyebab hilangnya ribuan meteorit di Antartika.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Friska Yolandha
Ilustrasi meteorit. Tiga perempat meteorit yang berada di permukaan lapisan es Antartika bisa hilang pada tahun 2050.
Foto: AP
Ilustrasi meteorit. Tiga perempat meteorit yang berada di permukaan lapisan es Antartika bisa hilang pada tahun 2050.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah tim peneliti Eropa mengatakan bahwa ratusan ribu meteorit, yang mungkin memberikan informasi berharga tentang awal mula kehidupan di Bumi, menghilang dari Antartika pada tingkat yang mengkhawatirkan. Berdasarkan penelitian mereka, para ilmuwan di balik temuan yang mengkhawatirkan ini mengatakan bahwa sebanyak tiga perempat dari sekitar 300.000-800.000 meteorit yang berada di permukaan lapisan es Antartika bisa hilang pada tahun 2050. 

Dilansir The Debrief, Kamis (11/4/2024), diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change, penelitian tersebut mengatakan bahwa penyebab di balik hilangnya spesies ini secara besar-besaran adalah kenaikan suhu global yang terus-menerus. 

Baca Juga

“Untuk setiap sepersepuluh derajat kenaikan suhu udara global, rata-rata hampir 9.000 meteorit menghilangkan dari permukaan lapisan es,” jelas siaran pers yang mengumumkan studi yang mengkhawatirkan tersebut.

Hilangnya meteorit-meteorit Antartika dari benua paling selatan di dunia dengan kecepatan yang sangat mencengangkan sangatlah mengkhawatirkan, sebab diperkirakan 60 persen dari seluruh meteorit yang pernah ditemukan di Bumi berasal dari sana. Meteorit-meteorit yang ditemukan di Antartika juga sering kali berada dalam kondisi yang jauh lebih murni dibandingkan meteorit yang ditemukan di tempat lain karena lingkungan di wilayah tersebut yang relatif stabil dan sedingin es. 

Jika dikumpulkan dan dikatalogkan dengan benar, meteorit-meteorit Antartika ini merupakan keuntungan bagi ahli astrobiologi dan ilmuwan lain yang mempelajari awal mula tata surya dan awal mula kehidupan di Bumi. Dalam kondisinya yang paling murni, meteorit ini dapat memberikan kapsul waktu yang berasal dari empat miliar tahun yang lalu hingga pembentukan tata surya. 

Menurut para peneliti, warna gelap batuan luar angkasa tersebut juga memperburuk keadaan. Itu karena mereka menyerap lebih banyak energi matahari dibandingkan salju putih di sekitar mereka. Akumulasi energi panas ini menyebabkan es yang berada tepat di bawah meteorit mencair lebih cepat dibandingkan salju di sekitarnya, sehingga terjadi depresi pada permukaan es yang dapat menelan meteorit tersebut saat permukaan di atasnya membeku. 

“Bahkan ketika suhu es jauh di bawah nol, meteorit-meteorit gelap akan memanas begitu banyak di bawah sinar matahari sehingga es tersebut dapat melelehkan es tepat di bawah meteorit tersebut,” jelas rekan penulis utama Veronica Tollenaar dari Université Libre de Bruxelles, Belgia. “Melalui proses ini, meteorit hangat menciptakan depresi lokal di es dan seiring waktu menghilang sepenuhnya di bawah permukaan.”

Berdasarkan perhitungan mereka, Tollenaar dan penulis utama studi tersebut, Harry Zekollari, yang kini menjadi Associate Professor Glasiologi di Vrije Universiteit Brussel, Belgia mengatakan bahwa sebanyak 5.000 meteorit Antartika hilang dengan cara ini setiap tahunnya. Dalam pernyataan tambahannya, tim tersebut mengatakan bahwa dengan analisis data perubahan iklim yang dikumpulkan dari satelit-satelit dan menggabungkan informasi tersebut dengan prediksi model iklim, maka berkisar antara 5.100 hingga 12.200 bisa hilang setiap tahunnya.

Kecepatan hilangnya meteorit....

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement