Senin 29 Jun 2020 15:39 WIB

Arkeolog Temukan Kerajaan yang Hilang di Turki

Ilmuwan menemukan informasi mengenai zaman besi di Turki.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih
para arkeolog sedang menyelidiki situs gundukan kuno di Turki tengah yang disebut Türkmen-Karahöyük.
Foto: KRASP via uchichago.edu
para arkeolog sedang menyelidiki situs gundukan kuno di Turki tengah yang disebut Türkmen-Karahöyük.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Ilmuwan menemukan kota yang hilang di Turki. Tahun lalu, para arkeolog sedang menyelidiki situs gundukan kuno di Turki tengah yang disebut Türkmen-Karahöyük.

Wilayah yang lebih luas, Dataran Konya, dipenuhi dengan kota-kota metropolitan yang hilang. Meskipun demikian, para peneliti terkejut dengan apa yang mereka temukan.

Baca Juga

Seorang petani setempat mengatakan kepada kelompok itu bahwa sebuah kanal terdekat, yang baru-baru ini dikeruk, mengungkapkan keberadaan sebuah batu besar yang aneh, ditandai dengan semacam prasasti yang tidak diketahui.

"Kami bisa melihatnya masih mencuat dari air, jadi kami melompat ke kanal, airnya sampai ke pinggang," kata arkeolog James Osborne dari University of Chicago awal tahun ini.

"Segera jelas itu kuno, dan kami mengenali naskah yang ditulisnya adalah Luwian. Ini adalah bahasa yang digunakan pada zaman Perunggu dan Besi di daerah itu," kata dia, dilansir di Science Alert, Senin (29/9).

Dengan bantuan penerjemah, para peneliti menemukan bahwa hieroglif pada blok batu kuno ini disebut stele, yang membanggakan kemenangan militer. Ini bukan sembarang kemenangan militer, tetapi kekalahan Phrygia, sebuah kerajaan Anatolia yang ada sekitar 3.000 tahun yang lalu.

Rumah kerajaan Phrygia diperintah oleh beberapa orang yang berbeda yang disebut Midas. Tetapi penanggalan prasasti tersebut, berdasarkan analisis linguistik, menunjukkan bahwa hieroglif blok dapat merujuk pada Raja Midas,  yang terkenal dengan mitos 'sentuhan emas'. Dalam mitos,  dikatakan, bahwa semua yang disentuh Raja Midas berubah menjadi emas.

Tanda-tanda batu juga mengandung hieroglif khusus yang melambangkan bahwa pesan kemenangan datang dari raja lain, seorang pria bernama Hartapu. Hieroglif menduga Midas ditangkap oleh pasukan Hartapu.

"Dewa-dewa badai mengirim raja-raja (lawan) ke keagungannya," bunyi batu itu.

Yang penting tentang ini adalah bahwa hampir tidak ada yang diketahui tentang Raja Hartapu, atau tentang kerajaan yang dikuasainya. Meskipun demikian, prasasti itu menunjukkan gundukan raksasa Türkmen-Karahöyük yang mungkin adalah ibu kota Hartapu, yang membentang sekitar 300 hektare di masa jayanya, jantung penaklukan kuno Midas dan Frigia.

"Kami tidak tahu tentang kerajaan ini. Dalam sekejap, kami memiliki informasi mendalam tentang Zaman Besi Timur Tengah."kata Osborne.

Masih banyak penggalian yang harus dilakukan dalam proyek arkeologi yang sedang berlangsung ini, dan temuan-temuan sejauh ini harus dipertimbangkan sebagai permulaan untuk saat ini.

Tim internasional ingin sekali mengunjungi situs ini tahun ini, kata Osborne, untuk mencari tahu apa lagi tentang kerajaan ini yang tampaknya hilang dalam sejarah.

"Di dalam gundukan ini akan ada istana, monumen, rumah. Prasasti ini adalah penemuan yang luar biasa, sangat beruntung, tetapi ini hanyalah permulaan,"kata Osborne.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement