Ahad 20 Aug 2023 08:50 WIB

Sering Lupa Password, Coba Tiga Trik Login Ini

Ada beberapa trik login tanpa harus menulis password.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
Ada beberapa trik login yang dapat digunakan warganet untuk masuk ke aplikasi tanpa harus menuliskan kata sandi. Menggabungkan semuanya bisa membuat login jauh lebih aman dan mudah diingat (ilustrasi)
Foto: WISE GEEK
Ada beberapa trik login yang dapat digunakan warganet untuk masuk ke aplikasi tanpa harus menuliskan kata sandi. Menggabungkan semuanya bisa membuat login jauh lebih aman dan mudah diingat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Cukup sulit untuk mengingat password alias kata sandi di semua situs atau aplikasi yang kita gunakan. Apalagi, sebagian besar situs mengharuskan pengguna menggabungkan rangkaian huruf, karakter khusus, dan angka yang panjang dan rumit.

Menghafal semuanya begitu rumit dan sering kali pengguna harus menyetel ulang kata sandi karena melupakannya. Terlebih, kata sandi ternyata tidak benar-benar menjaga keamanan sebagian besar akun, di tengah gencarnya berbagai ancaman siber.

Baca Juga

Dilansir laman Mirror, Ahad (20/8/2023), pada 2022 silam peretas mengungkap lebih dari 24 miliar kata sandi dari pengguna internet yang sudah berhasil mereka retas. Sebanyak 80 persen di antaranya kata sandi yang lemah, digunakan kembali, atau dicuri.

Kabar baiknya, ada beberapa trik login yang dapat digunakan warganet untuk masuk ke aplikasi tanpa harus menuliskan kata sandi. Menggabungkan semuanya sekaligus disinyalir bisa membuat login jauh lebih aman dan lebih mudah diingat.

Cara pertama adalah mengaktifkan autentikasi dua faktor. Tahun lalu, raksasa teknologi termasuk Apple, Google, dan Microsoft mengumumkan rencana untuk menghapus kata sandi sepenuhnya demi sistem autentikasi dua faktor yang baru. 

Pengguna mungkin telah menyadari hal ini sudah berlaku pada beberapa akun daring, yang sekarang mengharuskan memasukkan kode masuk unik yang dikirim dari perangkat seluler. Itu lebih mudah daripada harus mengingat kata sandi yang rumit.

Belum semua situs web memungkinkan pengguna untuk menggunakan autentikasi dua faktor, tetapi sudah banyak yang melakukannya. Ini tidak benar-benar sederhana, tapi setidaknya menghilangkan keharusan menghafal dan menurut pakar keamanan siber, jauh lebih aman.

Cara kedua adalah mengaktifkan biometrik seperti pemindaian sidik jari atau pemindaian wajah di ponsel. Ini tidak hanya mempercepat dan mempermudah membuka kunci perangkat, tetapi juga membuat semua login situs dan aplikasi menjadi lebih aman.

Salah satu alasan login dua faktor bekerja sangat baik adalah karena ponsel memiliki perlindungannya sendiri. Dengan kata lain, penipu atau peretas akan kesulitan mengakses kode login dua faktor jika perangkat sekaligus dilindungi dengan login sidik jari atau pengenalan wajah.

Jika mengalami masalah dengan Touch ID ponsel atau fitur pemindaian sidik jari tidak berfungsi, coba cek kebersihan tangan dan layar ponsel. Apabila masih bermasalah, setel ulang alat pemindai sidik jari di setelan ponsel agar dapat mengenali jari dengan lebih akurat.

Beberapa ponsel, termasuk iPhone, memungkinkan pengguna memakai pengenalan wajah sebagai alternatif pemindaian sidik jari.  Pengguna biasanya diberi opsi untuk menggunakan ini saat pertama kali mengatur ponsel. Jika belum, cukup buka aplikasi "Pengaturan" dan cari opsi 'Face ID'.

Satu-satunya masalah dengan semua ini adalah sebagian besar ponsel cerdas dan aplikasi masih mengharapkan pengguna untuk menetapkan kode PIN empat hingga enam digit. Gunanya sebagai cadangan jika biometrik gagal, tetapi untungnya kode itu jauh lebih mudah diingat daripada kata sandi biasa.

Apabila pengguna sudah mengaktifkan autentikasi dua faktor dan biometrik, itu bagus sekali. Artinya, sebagian besar aplikasi utama dan akun online terlindungi dengan lebih baik. Namun, tidak semua situs web atau aplikasi mendukung metode masuk tersebut.

Maka, ada trik login mudah yang ketiga, yaitu memakai pengelola kata sandi. Aplikasi seperti 1Password atau NordPass telah ada selama beberapa tahun, memungkinkan pengguna menyinkronkan semua kata sandi di semua akun dengan biaya bulanan. 

Ini seperti semacam 'lemari besi' kata sandi, diamankan dengan kunci akun yang sepenuhnya unik. Setelah menyimpan banyak kata sandi, pengguna juga dapat memasang ekstensi peramban yang mengisi otomatis formulir masuk di situs web apa pun yang digunakan.

Jika tidak ingin membayar aplikasi pengelola kata sandi, browser seperti Google Chrome dan Safari juga sudah memiliki pengelola kata sandi bawaan. Masalahnya, jika seseorang berhasil mendapatkan akses ke perangkat, mereka juga dapat akses otomatis ke semua kata sandi. Itulah sebabnya pengelola kata sandi khusus dapat memberi lapisan keamanan ekstra.

Ada juga yang memilih cara konvensional, yakni mengingat semua kata sandi secara manual. Tidak masalah juga jika demikian. Hanya saja, pastikan kata sandi yang dipakai unik, lebih dari 10 karakter, dan memiliki campuran angka, simbol, huruf besar, serta huruf kecil. Dan jangan pernah memuat kata sandi yang mudah ditebak seperti "kata sandi".

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement