Selasa 21 Mar 2023 21:52 WIB

Snowflake Andalkan Data Cloud dengan Akses Hampir tak Terbatas

Platform Data Cloud Snowflake membantu organisasi mengurai silo data.

Ilustrasi cloud atau komputasi awan
Foto: pixabay
Ilustrasi cloud atau komputasi awan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Snowflake membawa teknologi Data Cloud ke Indonesia. Layanan Snowflake dapat tersedia secara umum di AWS Asia-Pasifik (Jakarta) Region pada bulan April 2023, sehingga memungkinkan pelanggan dan mitra untuk mempercepat migrasi mereka ke Data Cloud, serta dapat memanfaatkan kekuatan data. 

Platform Data Cloud Snowflake membantu organisasi mengurai silo data, menghadirkan data terstruktur, semi terstruktur, dan yang tidak terstruktur dalam satu lokasi. 

Baca Juga

Keunggulan ini memungkinkan pengguna memperoleh informasi bisnis yang penting. Platform Data Cloud Snowflake membantu organisasi menjalankan workload utama mereka melalui arsitektur multi-cluster shared data, menggunakan platform yang dikelola sepenuhnya dengan memanfaatkan sumber daya cloud yang hampir tidak terbatas. Selain itu, platform ini memungkinkan akses yang hampir tanpa batas sehingga organisasi dapat mengembangkan dan menjalankan aplikasi data, model, pipeline di lokasi data berada,  dan memungkinkan efisiensi biaya melalui model penetapan harga berbasis penggunaan per detik.

“Dalam dunia bisnis yang sangat kompetitif seperti sekarang ini, semua sektor ingin memanfaatkan kekuatan data dan menawarkan layanan yang benar-benar dipersonalisasi kepada pelanggan, mempercepat pendapatan dan pertumbuhan. Banyak perusahaan terkemuka dunia telah bertransformasi menjadi perusahaan berbasis data dengan memberikan persamaan akses data dan memungkinkan kolaborasi data, serta monetisasi data. Seiring dengan bisnis di Indonesia yang merangkul teknologi digital, ada kebutuhan mendesak untuk membuat keputusan berbasis data dan membuka nilai data yang akan menggerakkan pertumbuhan dan inovasi di perusahaan mereka,” ujar Senior Vice President Snowflake kawasan ASEAN dan India Sanjay Deshmukh seperti dilansir dari Antara, Selasa (21/3/2023). 

Dengan adanya perundang-undangan terkait data residency di Indonesia, kebutuhan untuk menyatukan data di seluruh ekosistem saat ini menjadi kebutuhan bisnis yang vital. Pelanggan Snowflake di Indonesia akan mampu memobilisasi data dalam skala besar dan memaksimalkan nilai data mereka guna mendorong inovasi, ketangkasan bisnis, dan kinerja. Kemampuan Snowflake dalam menyatukan data lintas silo dan mengaktifkan ekosistem data yang dinamis akan memungkinkan organisasi membangun sistem operasi digital yang lebih responsif dan tangguh di Indonesia. 

 

 “AWS dan Snowflake memiliki obsesi yang sama bagi pelanggan, hal ini yang mendasari  kolaborasi jangka panjang kami yang telah menjangkau lebih dari 20 integrasi produk horizontal Snowflake dengan AWS,” ujar Gunawan Susanto selaku Country Manager AWS Indonesia. 

 

“Pengumuman ini terkait akan adanya ketersediaan Snowflake Data Cloud  di AWS  Asia-Pasifik (Jakarta) Region merupakan langkah lain dalam kolaborasi berkelanjutan kami guna menghadirkan solusi terbaik dan berbeda bagi pelanggan kami. Kami yakin bahwa infrastruktur AWS dan jaringan ultra-low latency l membantu kami menghadirkan solusi yang andal dan tersedia untuk memungkinkan pelanggan memanfaatkan data dalam pengambilan keputusan yang dapat ditindaklanjuti,” tambahnya. 

 

Deloitte, organisasi jasa profesional dunia dan mitra Snowflake menyambut baik pengumuman tersebut. 

 

“Banyak perusahaan ingin memodernisasi sistem operasi mereka untuk menuai manfaat dari fleksibilitas, skalabilitas, dan ketangkasan teknologi cloud. Kolaborasi kami menyatukan kemampuan canggih platform Snowflake dengan kepemimpinan Deloitte dalam strategi, analitik, dan layanan teknologi guna membantu bisnis di Indonesia mempercepat migrasi mereka ke teknologi cloud, mengurangi biaya, dan mempersingkat siklus inovasi,” kata Chris Lewin, Pimpinan Bagian Artificial Intelligence dan Data Offering dari Deloitte Consulting wilayah Asia Tenggara.

 

Ekspansi Snowflake di Indonesia akan membawa kekuatan Data Cloud ke banyak organisasi di seluruh Asia Tenggara, dan Snowflake akan berperan dalam penjualan, pemasaran, dan teknisi solusi. Satchit Joglekar, Direktur Regional ASEAN Emerging Markets akan memimpin Snowflake Indonesia. Dengan beroperasinya Snowflake di Indonesia, Snowflake kini memiliki kantor operasional di 30 negara. 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement