Jumat 18 Nov 2022 19:52 WIB

Artemis, Kembaran Apollo yang Jadi Babak Baru Misi Penjelajahan Manusia ke Bulan

Nama Artemis diambil dari mitologi yang merupakan saudara kembar Apollo.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih
Peluncuran misi Artemis 1, misi tak berawak NASA ke Bulan.
Foto:

SLS disebut sebagai roket paling kuat dan kompleks di dunia dan mewakili sistem peluncuran vertikal baru terbesar yang dibangun NASA sejak Saturn V di era Apollo. Meskipun tidak ada orang di dalamnya, Orion membawa tiga kru simulasi, satu manekin laki-laki dan dua perempuan dilengkapi dengan sensor untuk mengukur tingkat radiasi dan tekanan lain yang akan dialami astronot.

Tujuan utamanya adalah untuk menguji daya tahan perisai panas Orion saat masuk kembali saat menyentuh atmosfer Bumi dengan kecepatan 39.429 km per jam atau 32 kali kecepatan suara saat kembali dari orbit bulan. Perisai panas dirancang untuk menahan gesekan masuk kembali yang diperkirakan akan menaikkan suhu di luar kapsul hingga hampir 2.760 derajat Celcius.

Jika misi berhasil, penerbangan Artemis II akan berawak mengelilingi bulan dan kembali dapat dilakukan paling cepat 2024. Dalam beberapa tahun lagi, keberhasilan itu akan mendorong program pendaratan astronot pertama di bulan, salah satunya seorang perempuan dengan program Artemis III.

Lebih dari satu dekade dalam pengembangan dengan penundaan bertahun-tahun dan pembengkakan anggaran, pesawat ruang angkasa SLS-Orion sejauh ini menelan biaya setidaknya 37 miliar dolar AS bagi NASA, termasuk desain, konstruksi, pengujian dan fasilitas darat.

 

Kantor Inspektur Jenderal NASA telah memproyeksikan total biaya Artemis sebesar 93 miliar dolar AS pada 2025. NASA menyebut program itu sebagai anugerah bagi eksplorasi ruang angkasa yang telah menghasilkan puluhan ribu pekerjaan dan miliaran dolar dalam perdagangan. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement