Selasa 08 Dec 2020 05:00 WIB

Nokia Pimpin Riset Hexa-X Kembangkan Jaringan 6G

Proyek Hexa-X dimulai 1 Januari 2021 dengan durasi direncanakan selama 2,5 tahun

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Christiyaningsih
Ilustrasi Nokia
Foto: Pixabay
Ilustrasi Nokia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski jaringan 5G belum jamak menggantikan pendahulunya, 4G sebagai protokol standar untuk telepon nirkabel, tim 6G sudah terbentuk. Proyek Hexa-X, dipimpin oleh Nokia yang berbasis di Finlandia, telah mendapatkan dana dari Komisi Eropa (EC).

Perusahaan telekomunikasi Finlandia itu akan memimpin sekelompok perusahaan dan universitas lain dalam proyek yang didanai Uni Eropa yang disebut Hexa-X. Tujuan proyek ini adalah untuk memperkenalkan jaringan seluler 6G, sebagaimana dikutip dari Sputnik News, Senin (7/12).

Baca Juga

Grup tersebut mencakup saingan dan pesaing jangka panjang Nokia, Ericsson AB, operator seluler Orange SA dan Telefonica SA, serta  perusahaan teknologi seperti Intel Corp dan Siemens AG. Di sisi riset, mereka akan bergabung dengan Universitas Oulu, Finlandia, dan Pisa, Italia.

Sasaran proyek itu di antaranya membuat kasus dan skenario penggunaan 6G, mengembangkan teknologi dasar 6G, dan menentukan arsitektur baru yang mengintegrasikan pendukung teknologi 6G utama. Devaki Chandramouli, kepala Standardisasi Amerika Utara dan merupakan salah satu insinyur yang memimpin grup Hexa-X dari Nokia, menggambarkan bahwa perlombaan menuju 6G sebagai "maraton, bukan lari cepat".

Proyek Hexa-X mendapatkan dana dari Komisi Eropa di bawah program penelitian dan inovasi European Union’s Horizon 2020. Proyek Hexa-X dimulai pada 1 Januari 2021 dengan durasi yang direncanakan selama 2,5 tahun.

Selain Hexa-X, Nokia secara aktif terlibat dalam inisiatif penelitian 6G Eropa lainnya. Di antaranya 6Genesis, program 6G nasional yang didanai oleh Akademi Finlandia dan dipimpin oleh Universitas Oulu serta Jaringan dan Layanan Cerdas Horizon Eropa yang bertujuan untuk mengamankan kepemimpinan Eropa untuk pengembangan dan penyebaran teknologi dan layanan jaringan generasi berikutnya.

Pengembangan 6G dimulai meskipun generasi sebelumnya, 5G, masih dalam tahap awal. Sejauh ini, layanan tersebut tersedia di wilayah terbatas di seluruh dunia. Selain Nokia, upaya 6G diperjuangkan oleh Next G Alliance dan O-RAN Alliance di AS. Pemerintah China juga mendanai kelompok pengembangan 6G sendiri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement