Sabtu 08 Dec 2018 10:15 WIB

InSight NASA Tangkap Suara Angin di Planet Mars

Suaranya terdengar seperti bendera yang melambai tertiup angin.

Rep: Noer Qomariah K/ Red: Indira Rezkisari
Foto Planet Mars diambil dari Spirit Rover milik NASA (Ilustrasi
Foto: NASA
Foto Planet Mars diambil dari Spirit Rover milik NASA (Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Manusia sekarang dapat mendengar suara rendah desiran angin di planet Mars untuk pertama kalinya. Suara tersebut, kata Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), ditangkap oleh alat pengembara atau rover curiousity InSight, Jumat (7/12)

Angin tersebut berhembus antara 10 hingga 15 mph atau sekitar lima hingga tujuh meter per detik. Dua sensor yakni sensor tekanan udara di dalam pendarat dan seismometer di dek pendarat menunggu dikerahkan ke permukaan oleh lengan robot InSight untuk mengambil getaran.

“Ini adalah 15 pertama dari data yang berasal dari seismometer jangka pendek,” kata pimpinan peneliti di Imperial College London, Thomas Pike, seperti dilansir dari Malay Mail, Sabtu (8/12).

Pike mengatakan suaranya terdengar seperti bendera yang melambai tertiup angin. Benar-benar terdengar seperti dunia lain, ujarnya menambahkan.

InSight dirancang untuk mempelajari bagian dalam Mars yang belum pernah ada sebelumnya. Alat ini menggunakan instrument seismologi untuk mendeteksi gempa dan ceruk untuk mengukur panas yang keluar dari kerak planet.

Penyelidik utama InSight di Laboratorium Propulasi Jet di Pasasa California Bruce Banerdt mengatakan merasakan angin yang bergerak dari barat laut ke tenggara pada sekitar pukul 17.00 waktu setempat adalah suatu hal yang tidak direncanakan. Viking 1 dan 2 dari NASA juga menangkap sinyal angin Mars ketika mereka mendarat pada 1976.

Mereka mengukurnya pada tingkat sampling yang lebih rendah dan tidak mengembalikan suara yang bisa didengar orang.

“Secara pribadi mendengarkan suara membentuk sensor tekanan, mengingatkan saya pada duduk di luar pada suatu sore musim yang berangin, mendengatkan hembusan angin datang dan pergi, serta bersiul melalui telinga anda,” kata seorang peneliti di Cornell University.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement