Ahad 25 Jun 2023 15:56 WIB

Astronom Temukan Planet Lebih Panas dari Matahari, Begini Penampakannya

Planet ini sering disebut sebagai bintang gagal.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Natalia Endah Hapsari
Kurcaci cokelat disebut bintang gagal karena mereka lebih masif daripada planet tetapi tidak seperti bintang.
Foto: NASA
Kurcaci cokelat disebut bintang gagal karena mereka lebih masif daripada planet tetapi tidak seperti bintang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebuah keanehan terungkap dari sisi alam semesta lainnya lewat kehadiran 'kurcaci cokelat', objek astronomi yang bukan bintang atau planet. Ini merupakan planet yang ditemukan oleh astronom berjarak 1.400 tahun cahaya dan lebih panas dari matahari.

Dikutip dari Encyclopedia Britannica, planet kurcaci memiliki ukuran lebih kecil dari Merkurius namun cukup besar untuk memiliki gravitasinya sendiri dan membulatkan bentuknya secara substansial.

Baca Juga

Sedangkan kurcaci cokelat disebut 'bintang gagal' karena mereka lebih masif daripada planet tetapi tidak seperti bintang. Mereka tidak memiliki massa yang cukup untuk mempertahankan fusi nuklir di intinya.

Sekarang, para peneliti telah menemukan kurcaci cokelat terpanas yang baru diketahui. Disebut WD0032-317B, objek tersebut mencapai sekitar 8.000 Kelvin (7.727°C) yang mengesankan karena mengorbit sangat dekat dengan bintangnya.

Sebagai perbandingan, suhu permukaan matahari kita kira-kira 5.778 Kelvin (5.498°C). Kurcaci cokelat WD0032-317B juga berukuran 88 kali massa Jupiter, menjadikannya salah satu katai coklat paling masif yang diketahui, serta yang terpanas.

Ia mengorbit bintang bernama serupa WD0032-317, yang merupakan kurcaci putih, sisa-sisa bintang yang panas dan padat yang membakar semua bahan bakarnya.

Sebuah studi baru tentang temuan tersebut, yang dipimpin oleh Na'ama Hallakoun di Weizmann Institute of Science, Israel, sekarang tersedia di server pra-cetak arXiv.

“Kami melaporkan pengamatan yang mengungkapkan pendamping bermassa rendah yang sangat teradiasi ke kurcaci putih panas WD 0032−317,” kata mereka melansir dari Daily Mail, Ahad (25/6/2023).

Kurcaci cokelat terbentuk seperti bintang, dengan kontraksi gas yang runtuh menjadi inti padat di bawah gaya gravitasinya sendiri. Ini berbeda dengan planet, yang terbentuk dari akumulasi puing-puing sisa dari kelahiran bintang ini.

Namun, tidak seperti bintang, kurcaci cokelat tidak memiliki massa yang cukup untuk inti mereka, untuk membakar bahan bakar nuklir dan memancarkan cahaya bintang maka disebut 'bintang gagal'.

Kurcaci cokelat khusus ini (WD0032-317B) hanya membutuhkan waktu 2,3 jam untuk menyelesaikan orbit bintangnya karena letaknya yang sangat dekat dengannya. Itulah sebabnya suhunya sangat panas (8.000 Kelvin).

Bintangnya, WD0032-317, bahkan lebih panas meskipun massanya hanya 40 persen massa matahari kita, ia memiliki suhu sekitar 37.000 Kelvin.

Bintang ini pertama kali diamati pada awal tahun 2000 oleh sebuah tim yang mempelajari data dari Very Large Telescope milik European Southern Observatory.

Pada saat itu, para peneliti telah mencatat bahwa ada sesuatu yang menarik bintang tersebut, menunjukkan bahwa ia memiliki bintang pendamping, seperti yang terlihat di beberapa tata surya.

Hanya satu planet raksasa ultra-panas yang diketahui, KELT-9b, yang menerima radiasi ultraviolet yang cukup untuk disosiasi molekuler, dengan suhu siang hari sekitar 4.600 Kelvin (sama sekali tidak mendekati suhu siang hari katai coklat ini).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement