Kamis 08 Jun 2023 11:53 WIB

Apple Vision Pro Versus Meta Quest 3, Mana Lebih Unggul?

Apple dan Meta bersaing merilis perangkat realitas virtual.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Meta Quest 3 disebut sebagai realitas virtual dan campuran, sementara Apple Vision Pro adalah komputer spasial.
Foto: dexerto.com
Meta Quest 3 disebut sebagai realitas virtual dan campuran, sementara Apple Vision Pro adalah komputer spasial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Persaingan sengit telah muncul antara Apple dan Meta. Sebabnya,  kedua raksasa teknologi itu merilis perangkat realitas virtual yang mengubah permainan dalam waktu sepekan.

CEO Apple, Tim Cook meluncurkan headset Vision Pro pada acara WWDC 2023 di California pada Senin (5/6/2023). Itu hanya empat hari setelah Mark Zuckerberg meluncurkan Meta Quest 3.

Baca Juga

Dilansir dari Daily Mail, Kamis (8/6/2023), Meta Quest 3 disebut sebagai realitas virtual dan campuran, sementara Apple Vision Pro adalah komputer spasial. Kedua headset memadukan dunia digital dan fisik dengan mulus, baik di tempat kerja atau saat bermain gim.

Fokus realitas campuran (mixed reality) mereka memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan objek digital di ruang dunia nyata seolah-olah mereka benar-benar ada secara langsung. Dunia imajiner dan benar-benar baru juga dapat dilihat melalui Quest 3 dan Vision Pro berkat kemampuan realitas virtual mereka.

Vision Pro memiliki fitur utama headset empuk, kompatibel dengan komputer Apple dan trackpad, pelacakan mata, kontrol suara dan tangan. Sementara itu, Quest Meta 3 mempunyai fitur utama resolusi lebih tinggi dari Meta Quest 2, pengalaman mixed reality yang lebih baik, headset lebih ramping dan lebih nyaman.

Dua perangkat ini masing-masing memiliki tujuannya sendiri. Vision Pro dipasarkan untuk produktivitas dan hiburan tetapi dapat digunakan untuk berbagai tujuan lain seperti bermain gim. Sedangkan Meta Quest 3 dipasarkan untuk para pemain gim tetapi dapat digunakan untuk berbagai tujuan lain seperti bekerja dan menjelajahi internet.

Masa pakai baterai Vision Pro adalah dua jam tanpa diisi, sedangkan Quest Meta 3 tidak diketahui. Vision Pro akan dirilis awal tahun depan di pasar Amerika Serikat sebelum diluncurkan di negara lain. Untuk Quest 3, meskipun tanggal rilis belum dikonfirmasi, Meta mengatakan akan membagikan informasi lebih lanjut di acara Meta Connect pada 27 September.

Namun, dikabarkan bahwa Quest 3 berlensa pancake akan lebih terbatas dalam kontrolnya. Meskipun Apple telah mengonfirmasi bahwa suara, tubuh, dan gerakan mata pengguna dapat mengontrol headsetnya sendiri, Meta mungkin tidak demikian.

Selain itu, sementara  Vision Pro juga menawarkan resolusi gambar yang lebih dari 4K untuk headsetnya, saat ini belum ada kepastian kualitas apa yang akan diberikan oleh Meta Quest 3. Atasan telah mengonfirmasi bahwa Quest 3 akan menjadi langkah maju dari Quest 2- yang kurang dari resolusi 4K per mata—tetapi hanya waktu yang akan menjawabnya.

Dengan biaya 499 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 7,4 juta  di AS, Meta menawarkan pilihan ‘terjangkau’ untuk menggunakan VR, sementara Vision Pro dimulai dengan biaya 3.499 dolar AS atau sekitar Rp 52,09 juta. Ini membuat headset Apple sekitar tujuh kali lebih daripada Meta, dengan Zuckerberg juga memangkas biaya Quest 2 menjadi 299,99 dolar AS atau sekitar Rp 4,4 juta.

Di sisi lain, Meta membanggakan bahwa headset Quest 3-nya 40 persen lebih ramping dan lebih nyaman daripada model sebelumnya. Pengumuman ini mengikuti banyak keluhan sebelumnya bahwa model lain ‘tak tertahankan’ untuk dipakai karena strap-nya mengganggu.

Perusahaan juga telah mendesain ulang pengontrol Quest 3 Touch Plus-fitur tambahan yang dapat meningkatkan teknologi pelacakan- menjadi lebih ‘ramping’. Sementara itu, Apple juga menawarkan ikat kepala lembut ‘Light Seal’ yang hadir dalam berbagai ukuran dan menyesuaikan dengan wajah pengguna agar pas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement