Kamis 23 Feb 2023 17:54 WIB

Gaya Hidup Guna Ulang, Ini Manfaatnya untuk Lingkungan

Inilah gaya hidup yang menjalankan prinsip pakai-habiskan-kembalikan.

Salah satu cara jitu dan praktis untuk menanggulangi isu sampah ternyata bukan hanya dengan menggunakan barang pengganti plastik, tetapi juga dengan menjalankan gaya hidup guna ulang (reuse)./ilustrasi
Foto: Dok. Web
Salah satu cara jitu dan praktis untuk menanggulangi isu sampah ternyata bukan hanya dengan menggunakan barang pengganti plastik, tetapi juga dengan menjalankan gaya hidup guna ulang (reuse)./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Salah satu cara jitu dan praktis untuk menanggulangi isu sampah ternyata bukan hanya dengan menggunakan barang pengganti plastik, tetapi juga dengan menjalankan gaya hidup guna ulang (reuse).

Gaya hidup ini merupakan salah satu metode Reuse, Reduce, dan Recycle yang dinilai merupakan cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah plastik.

Baca Juga

Direktur Eksekutif Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) Tiza Mafira mengatakan bahwa gaya hidup guna ulang adalah gaya hidup yang menjalankan prinsip pakai-habiskan-kembalikan.

"Prinsip ini mirip penggunaan air galon yang harus dikembalikan setelah airnya habis terpakai. Inilah yang kemudian diterapkan pada produk rumah tangga lainnya agar sampah yang dihasilkan minim,'' katanya dalam diskusi Gerakan Guna Ulang di Jakarta, Kamis.

Tiza menyampaikan, gerakan guna ulang lebih rendah emisi karena mengurangi produksi plastik dari bahan mentah maupun daur ulang, sehingga tidak ada limbah di pembuangan akhir.

Menurut dia, plastik yang digunakan kembali memancarkan setidaknya 50 persen gas rumah kaca ketimbang skenario daur ulang. Jika dilakukan standarisasi, penggunaan kembali diklaim dapat mengurangi emisi gas rumah kaca untuk kemasan konsumen mencapai 80 persen.

Gerakan Guna Ulang ini digagas oleh GIDKP dan Zero Waste Living Lab (ZWLL) Enviu untuk mengurangi plastik sekali pakai dari produk sehari-hari yang masih menjadi masalah utama, seperti kemasan makanan, kemasan produk rumah tangga, dan kemasan plastik dari layanan pesan-antar makanan secara daring.

Pada kesempatan yang sama, Indonesia Program Lead Zero Waste Living Lab Darina Maulana mengungkapkan bahwa salah satu kunci agar gaya hidup guna ulang dapat tepat sasaran adalah melibatkan merek yang telah dikenal masyarakat.

Darina menjelaskan, Gerakan Guna Ulang Jakarta (GGUJ) melibatkan tiga perusahaan rintisan teknologi binaan Enviu ZWLL, yaitu Alner, ALLAS dan QYOS dalam mengembangkan solusi yang mendukung gaya hidup guna ulang.

Wipro, Unilever, dan YAGI bekerja sama dengan Alner menyediakan pilihan produk kebersihan rumah, kebersihan tubuh sampai keperluan dapur dengan kemasan guna ulang yang dijual di lebih 100 titik dan juga di platform e-commerce.

Work Coffee bekerja sama dengan ALLAS untuk menggunakan wadah makanan dan minuman guna ulang pada pemesanan daring. Jika telah habis dipakai, kemasan guna ulang ini dapat dikembalikan atau dapat dijemput secara gratis.

Ia menambahkan, GGUJ akan secara berkala dipantau dengan harapan implementasinya lebih konsisten, serta memperluas kerja sama dengan lebih banyak lagi produsen, ritel dan masyarakat sebagai pengguna. "Produk-produk ini tentunya bukan hasil oplosan, tapi asli langsung didapat dari distributor resmi sehingga memiliki kualitas yang sama dengan yang dijual di pasaran," kata Darina.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement