Senin 21 Nov 2022 15:16 WIB

NASA: Manusia akan Tinggal di Bulan pada Dekade Ini

Manusia terakhir berjalan di bulan pada tahun 1972

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
Peluncuran misi Artemis 1, misi tak berawak NASA ke Bulan.
Foto: nasa
Peluncuran misi Artemis 1, misi tak berawak NASA ke Bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) mengungkapkan manusia bisa hidup di bulan pada dekade ini. Petinggi NASA, Howard Hu, yang mengawasi program pesawat ruang angkasa Orion, mengatakan manusia bisa tinggal di bulan untuk waktu yang lama.

“Dalam dekade ini, kita akan memiliki orang yang tinggal di sana (bulan), Mereka akan memiliki habitat dan penjelajah (rover) di darat, itulah yang sedang kami kerjakan di NASA,” kata Hu

Baca Juga

Manusia terakhir berjalan di bulan pada tahun 1972. Pada akhirnya ketika menyangkut manusia yang dikirim ke bulan, misinya benar-benar tentang sains. “Itulah yang akan kami lakukan, kami akan mengirim orang ke permukaan bulan dan mereka akan tinggal di sana untuk meneliti,” ujar dia.

Pesawat ruang angkasa NASA Artemis diluncurkan ke bulan untuk misi tanpa awak pertamanya pekan lalu. Saat ini, Orion berada sekitar 28.864 mil (46.452 kilometer) dari bulan pada Senin pagi pukul 11:30 waktu setempat.

Setelah serangkaian upaya yang tertunda, megaroket bulan NASA meluncur dari Cape Canaveral dalam misi 25 hari. Selama misi, ia akan menempuh jarak 280.000 mil (450 ribu kilometer) dari bumi dan 40 ribu mil (64 ribu kilometer) di luar sisi jauh bulan.

NASA mengatakan misi Artemis pertama ini akan mendemonstrasikan kinerja roket Orion dan Space Launch System (SLS), dan membuka jalan untuk misi pada masa depan, termasuk mendaratkan wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama di permukaan bulan. Orion adalah kendaraan yang akan membawa astronot dalam misi Artemis. NASA mengatakan itu satu-satunya pesawat ruang angkasa yang mampu melakukan misi luar angkasa manusia dan kembali ke bumi dengan kecepatan tinggi.

Orion akan terbang melewati bulan malam ini

Pesawat luar angkasa Orion akan terbang melewati bulan pada Senin 21 November. NASA mengharapkan pendekatan terdekat roket sekitar 80 mil (129 kilometer) dari permukaan bulan pada 7:57 waktu setempat.

Sejauh ini, Orion telah menempuh jarak 233.613 mil (375.963 kilometer) dari bumi pada Senin pagi pukul 11.30 AEDT, meluncur dengan kecepatan 249 mil per jam.

Batu loncatan ke Mars

Dilansir ABC, Senin (21/11/2022), rencana jangka panjang NASA adalah membangun kehadiran yang berkelanjutan di bulan sebagai persiapan untuk misi ke Mars. “Kami akan melangkah ke Mars. Misi saat ini merupakan batu loncatan yang lebih besar dan diharapkan akan memungkinkan kemampuan masa depan ini,” tambahnya.

NASA berharap dapat mengirim empat astronot mengelilingi bulan pada penerbangan berikutnya, pada tahun 2024, dan mendaratkan manusia di sana paling cepat tahun 2025.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement