Jumat 10 Jun 2022 15:44 WIB

Studi Sebut Orang Dewasa Rata-rata Mengecek Ponsel 352 Kali Sehari

Rata-rata orang Amerika memeriksa telepon setiap tiga menit sekali.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
Dalam dekade terakhir, kecanduan bermain smartphone menjadi masalah.
Foto: EPA
Dalam dekade terakhir, kecanduan bermain smartphone menjadi masalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam dekade terakhir, kecanduan bermain smartphone menjadi masalah. Sebab, banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk membuka media sosial dan bermain game. Bahkan, ada istilah ketakutan tanpa ponsel atau layanan seluler yang disebut nomophobia.

Pada tahun 2019, Asurion menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan penduduk Amerika Serikat (AS) memeriksa ponsel cerdas mereka rata-rata 96 kali per hari atau sekitar sekali setiap sepuluh menit (jika dihitung selama delapan jam tidur).

Baca Juga

Belum lama ini, perusahaan melakukan studi lanjutan. Hasil studi tersebut mengungkapkan jumlahnya meningkat hampir empat kali lipat menjadi 352 kali sehari. Artinya, rata-rata orang Amerika memeriksa telepon setiap tiga menit sekali.

Survei dilakukan antara 2 dan 9 Maret tahun ini dan melibatkan hampir 2.000 orang dewasa dari berbagai usia. Menurut Asurion, tiga perempat responden menganggap ponsel mereka sebagai kebutuhan daripada kemewahan dan 20 persen dari mereka tidak mau pergi tanpa ponsel selama lebih dari beberapa jam. Kemudian 75 persen lainnya mengaku membawa ponsel mereka ke kamar mandi.

Dikutip Tech Spot, Jumat (10/6/2022), statistik per generasi lebih menarik karena 75 persen Baby Boomers dan 76 persen Generasi X menganggap ponsel mereka sebagai kebutuhan. Itu sedikit lebih tinggi dari Gen Z yang lebih berteknologi sebanyak 71 persen dan Milenial 68 persen.

Untuk alasan kenapa sengat terikat dengan ponsel, 86 persen menjawab menggunakan ponsel agar tetap berhubungan dengan teman dan keluarga melalui SMS, panggilan telepon, dan media sosial. Alasan populer kedua adalah mengambil foto dan video dengan 61 persen, diikuti oleh mobile banking 46 persen, mobile gaming 40 persen, dan belanja daring 31 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement