Jumat 13 May 2022 19:13 WIB

Layanan Internet SpaceX Kini Hadir di 32 Negara

Banyak pelanggan harus menunggu lama untuk pesanan Starlink.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih
 Roket SpaceX Falcon 9 lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Senin (15/2).di Cape Canaveral, Florida. Roket tersebut membawa 60 satelit komunikasi Starlink.
Foto: AP/Craig Bailey/Florida Today
Roket SpaceX Falcon 9 lepas landas dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral, Senin (15/2).di Cape Canaveral, Florida. Roket tersebut membawa 60 satelit komunikasi Starlink.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Layanan internet satelit SpaceX, Starlink sekarang tersedia di 32 negara. Hal tersebut diumumkan oleh perusahaan dalam akun Twitter.

“Starlink kini tersedia di 32 negara. Anda bisa memesan dari area yang bertanda ‘tersedia’ di situs starlink.com/map,” kata @SpaceX.

Baca Juga

Perusahaan luar angkasa Elon Musk akan mengirimkan Starlink secepatnya. Sebelumnya, banyak pelanggan yang sudah menunggu selama berbulan-bulan untuk menerima pesanan mereka. Selain mengumumkan kabar baik, perusahaan juga membagikan tangkapan layar yang menunjukan peta ketersediaan layanan yang mengacu pada tanda “tersedia” di sebagian besar Eropa dan Amerika Utara serta sebagian Amerika Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Sementara sebagian besar wilayah lain, termasuk seluruh benua Afrika ditampilkan sebagai wilayah “segera hadir” dengan ketersediaan yang diharapkan di sejumlah titik pada tahun 2023. Tiga puluh dua daerah mewakili peningkatan jumlah negara yang dilayani Starlink dibandingkan awal tahun ini ketika SpaceX mengatakan Starlink tersedia hanya dalam 25 negara.

Namun, yang lebih menonjol dari perusahaan saat ini adalah jumlah negara di mana SpaceX mengklaim sekarang akan segera mengirimkan Starlink ke pelanggan. Di sisi lain, platform Reddit, penuh dengan keluhan pelanggan yang harus menunggu berbulan-bulan agar pesanan mereka dipenuhi.

Dilansir The Verge, Jumat (13/5/2022), pada April, Rest of World melaporkan mayoritas pengguna Starlink berbasis di Amerika Utara dengan sebagian besar sisanya berbasis di Australia, Selandia Baru, dan Eropa. Setelah kenaikan harga yang mulai berlaku pada bulan Maret, pesanan Starlink baru sekarang seharga 599 dolar AS untuk starter kit-nya dengan biaya layanan bulanan 110 dolar AS untuk menerima layanan internet.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement