Selasa 10 May 2022 11:34 WIB

Gerhana Bulan Total Pertama pada 2022 Terjadi 15-16 Mei, Bisa Dilihat di Mana?

Gerhana bulan total akan terjadi dua kali pada 2022.

Rep: mgrol136/ Red: Dwi Murdaningsih
Cahaya bersinar dari gerhana bulan total di atas Pantai Santa Monica di Santa Monica, California, Rabu, 26 Mei 2021.
Foto: AP/Ringo H.W. Chiu/FR170512 AP
Cahaya bersinar dari gerhana bulan total di atas Pantai Santa Monica di Santa Monica, California, Rabu, 26 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada 2022, gerhana bulan pertama akan terjadi pada 15 atau 16 Mei tergantung pada zona waktu. Gerhana bulan total akan terlihat dalam fase total dari bagian Amerika, Antartika, Eropa, Afrika, dan Pasifik Timur saat bulan purnama bergerak ke dalam bayangan umbra yang dalam di Bumi. 

Sementara itu, gerhana penumbra yang terjadi saat bulan melewati bayangan penumbra planet kita yang lebih terang, akan terlihat dari Selandia Baru, Eropa Timur, dan Timur Tengah.

Baca Juga

Waktu yang tepat untuk melihatnya tergantung pada lokasi Anda. Dilansir dari TimeandDate.com, gerhana sebagian akan dimulai sekitar pukul 22:28. EDT pada 15 Mei atau 09.29 WIB pada 16 Mei). Blood Moon akan mencapai titik tertingginya pada 16 Mei pukul 12:11 EDT atau 11.11 WIB. 

Kemudian gerhana akan berakhir pada 1:55 EDT atau 12.55 WIB. Fase bulan penumbra gerhana akan dimulai sekitar satu jam sebelum gerhana sebagian dan berlangsung sekitar satu jam setelahnya.

Ini gerhana pertama dari dua gerhana bulan yang akan terjadi pada 2022. Gerhana berikutnya akan terjadi pada 8 November 2022. Dilansir dari TimeandDate.com, itu akan terlihat sebagian dari Asia, Australia, Amerika Utara, sebagian Eropa Utara dan Timur, Kutub Utara, dan sebagian besar Amerika Selatan.

Apa yang menyebabkan gerhana bulan?

Gerhana bulan terjadi ketika bulan melewati bayangan bumi. Karena bumi dan bulan memiliki orbit yang sedikit miring, hal ini terjadi hanya beberapa kali dalam setahun ketika kemiringan orbitnya sejajar. 

Gerhana penumbra, parsial, atau total dapat terjadi tergantung pada bagaimana ini terjadi. Gerhana bulan terjadi ketika bulan masuk ke dalam bayangan bumi. Karena Bumi dan bulan memiliki orbit yang sedikit miring satu sama lain, ini biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun ketika kemiringan orbit sejajar. 

Gerhana penumbra terjadi ketika bulan melewati bayangan bumi yang lebih terang. Karena bulan akan terlihat sedikit lebih gelap, jenis gerhana ini mungkin sulit untuk diperhatikan. 

Ketika bulan melewati sebagian ke dalam umbra, atau bayangan yang lebih dalam, dari planet kita, gerhana sebagian terjadi. Bulan tidak akan menjadi merah, tetapi "gigitan" gelap akan muncul di permukaan yang terlihat, mewakili bayangan Bumi.

Baca juga : Viral Curhatan Polwan Bersuami ASN Pemkab OKI Selingkuh Hingga Punya Anak

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement