Selasa 22 Feb 2022 21:50 WIB

Studi Temukan Awal Mula Kenaikan Permukaan Laut

Dari 1940 hingga 2000, permukaan laut global mencapai peningkatan 1,4 mm per tahun.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Dwi Murdaningsih
 Anak-anak bermain di dekat rumah yang terendam air laut akibat naiknya permukaan air laut di desa Bedono, Jawa Tengah, Senin (8/11/2021). Ilmuwan melakukan analisis kapan pertama kalinya terjadi kenaikan air laut yang tajam.
Foto: AP/Dita Alangkara
Anak-anak bermain di dekat rumah yang terendam air laut akibat naiknya permukaan air laut di desa Bedono, Jawa Tengah, Senin (8/11/2021). Ilmuwan melakukan analisis kapan pertama kalinya terjadi kenaikan air laut yang tajam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analisis global permukaan laut selama 2.000 tahun terakhir menemukan kenaikan yang cepat sejalan dengan Revolusi Industri. Pada tahun 1863, para peneliti menemukan tingkat kenaikan permukaan laut telah jelas melampaui berbagai variabel. 

Tidak mengherankan, sekitar waktu inilah petunjuk pertama pemanasan laut dan pencairan gletser dari aktivitas manusia juga muncul dalam penelitian. Kedua faktor ini diketahui berkontribusi pada naiknya air laut.

Baca Juga

Dilansir dari Sciencealert, Senin (21/2/2022), selama 1.700 tahun (mulai dari 0 M) analisis saat ini menemukan permukaan laut global berfluktuasi antara penurunan 0,3 milimeter dan peningkatan 0,2 mm. Antara 1700 dan 1760, tepat sebelum Revolusi Industri dan pembakaran bahan bakar fosil yang meluas dimulai, permukaan air laut turun 0,1 milimeter per tahun.

Namun dari 1940 hingga 2000, permukaan laut global telah mencapai peningkatan 1,4 milimeter per tahun.

“Konsisten dengan analisis sebelumnya, hampir pasti bahwa tingkat kenaikan global dari interval 60 tahun terakhir, 1940-2000 M, lebih cepat daripada semua interval 60 tahun sebelumnya selama Era Umum,” para penulis menulis.

Ini bukan analisis pertama yang mencoba dan menempatkan tanggal ‘kemunculan’ pada kenaikan permukaan laut. Namun, ini adalah salah satu yang pertama untuk membandingkan situs individu di wilayah tertentu secara bersamaan terhadap sinyal global.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement