Senin 30 Nov 2020 15:42 WIB

Jepang Luncurkan Satelit Berteknologi Laser

Satelit berteknologi laser tujuh kali lebih cepat dibandingkan satelit radio biasa.

Rep: zainur mahsir ramadhan/ Red: Dwi Murdaningsih
Satelit - ilustrasi
Foto: Spacenews.com
Satelit - ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TANEGASHIMA — Jepang meluncurkan satelit ke luar angkasa dengan membawa teknologi relai laser, Ahad (29/11). Misi dari satelit itu adalah mentransfer data dengan kecepatan tinggi dari pesawat luar angkasa militer dan sipil observasi Bumi.

Satelit itu melonjak ke orbit sekitar pukul 16.25 waktu setempat dari Tanegashima Space Center di Jepang selatan, dengan menggunakan roket H-IIA.

Baca Juga

Menurut pengumuman dari Mitsubishi Heavy Industries (MHI) selaku pembuat roket dan penyedia peluncuran, satelit dilaporkan sukses tiba di tujuan. Bahkan, satelit telah berpisah dengan roket bagian atas. Dari sana, satelit akan menuju orbit geostasioner untuk misi 10 tahun ke depan.

"Telah dipastikan bahwa roket terbang sesuai rencana," kata MHI dalam pernyataan, mengutip space Senin (30/11).

Tidak seperti biasanya, misi itu tidak disiarkan langsung dari Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang atau JAXA. Hal itu dimungkinkan karena sifat sensitif teknologi laser. Lebih lanjut, tidak ada informasi yang diberikan tentang jalur orbit pastinya.

Muatan satelit, yang disebut Sistem Komunikasi Pemanfaatan Laser atau LUCAS, diklaim akan mengirim data dari satelit di orbit rendah Bumi menggunakan teknologi laser. Hal itu juga ditegaskan menurut versi halaman misi JAXA yang diterjemahkan mesin dalam bahasa Jepang.

Lebih jauh, LUCAS yang diberitakan akan terbang ke orbit geostasioner, memungkinkannya untuk berputar dengan kecepatan yang sama dengan Bumi di sekitar 22.000 mil (36.000 kilometer) di atas ekuator. Fakta ini tentu akan mendukung pandangan terus menerus atas kawasan Asia-Pasifik.

Dari ketinggiannya, LUCAS juga diinformasikan akan terhubung dengan satelit di orbit rendah Bumi menggunakan sinar laser inframerah. Dalam pelaksanaanya, teknologi laser pada LUCAS mengirimkan informasi dengan kecepatan 1,8 gigabyte per detik, yang tujuh kali lebih cepat dari standar pengiriman informasi melalui gelombang radio, kata JAXA.

Mendapatkan informasi dengan cepat dari satelit-satelit ini, diklaim sangat penting untuk memanfaatkan sepenuhnya aplikasi yang ada. Termasuk, memantau Bumi untuk pemanasan global dan membantu dalam tanggap bencana setelah peristiwa bencana seperti badai.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement