Jumat 23 Feb 2018 05:54 WIB

Produksi Pesawat Gagasan Habibie Butuh Dana 1,6 Miliar Dolar

Investor akan mendanai bagian kokpit, badan, sayap dan buntut pesawat.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih
Komisaris PT. Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Akbar Habibie (ketiga kiri) memberikan diorama pesawat R80 kepada salah satu perwakilan dari LAER di Perpustakaan Habibie-Ainun, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/2).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Komisaris PT. Regio Aviasi Industri (RAI) Ilham Akbar Habibie (ketiga kiri) memberikan diorama pesawat R80 kepada salah satu perwakilan dari LAER di Perpustakaan Habibie-Ainun, Kuningan, Jakarta, Kamis (22/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Regio Aviasi Industri menandatangani MOU dengan dua perusahaan Italia dalam pembuatan dan pengembangan pesawat R80 yang digagas oleh presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Dua perusahaan tersebut yaitu LEONARDO Aerostructure Division dan LAER.

Komisioner PT RAI, Ilham Habibie belum bisa memastikan berapa biaya investasi yang dikeluarkan oleh kedua perusahaan tersebut. Namun, pembuatan dan pengembangan pesawat R80 membutuhkan total dana sebesar 1,6 miliar dolar AS.

"Kemungkinan untuk (berapa investasi) mereka yang belum bisa dipastikan juga, kemungkinan mereka akan membiayai diri dalam hal pengembangan bagian-bagian pesawat tersebut masih dijajaki. Tapi sekali lagi tidak bisa dipastikan hari ini, karena kita masih ditahap MOU," kata Ilham di perpustakaan Habibie Ainun, Jakarta, Kamis (22/2).

Produksi Pesawat Gagasan Habibie Gandeng 2 Perusahaan Italia

Untuk bagian pesawat yang akan didanai oleh kedua investor tersebut yaitu bagian badan pesawat dan bagian buntut pesawat. "Kalau kita liat pesawat ini kan ada kokpit, badan, sayap dan buntut. Kita sedang membicarakan, mereka mau tiga bagian di badan pesawat (bagian badan drpan dan tengah serta buntut pesawat)," kata dia.

Namun, bagian pesawat yang belum ada investornya, lanjut Ilham, ada pada bagian sayap dan bagian kokpit. Selain itu juga pada bagian engine dan kaki pesawat, belum ada investornya.

"Yang kita belum ada mitranya bagian sayap, bagian badan yang ada di sayapnya kemudian dibagian kokpit. Dan juga sistem seperti seperti engine, kaki pesawat yang namanya landing gear," tambahnya.

Untuk itu, ia mengatakan akan masih menjajaki investor lainnya untuk mendanai proyek tersebut. "Kita masih berada di tahap awal, suatu proses berdiskusi dan bernegosiasi (dengan mencari investor lain) yang berkepanjangan yang akan selesai setengah tahun dari sekarang, jadi masih sangat lama," tambahnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement