Sabtu 13 Jan 2018 23:45 WIB

Ilmuwan: Endapan Es di Mars Bisa Topang Kehidupan Manusia

Foto Planet Mars diambil dari Spirit Rover milik NASA (Ilustrasi
Foto: NASA
Foto Planet Mars diambil dari Spirit Rover milik NASA (Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Ilmuwan, yang menggunakan gambar dari pesawat ruang angkasa NASA, mendapati delapan tempat endapan besar es di dekat permukaan Mars. Endapan es itu berpeluang sebagai sumber air guna membantu kelangsungan tempat terdepan manusia pada masa depan.

Sementara ilmuwan sudah tahu bahwa sekitar sepertiga permukaan Mars mengandung lapisan es dangkal dan kutubnya menyimpan endapan es utama, hasil penelitian diterbitkan pada Kamis tersebut memaparkan lapisan es tebal di bawah tanah, yang terpapar di sepanjang lereng setinggi sekitar 90 meter di garis lintang tengah planet tersebut. "Menemukan es terhampar di permukaan adalah hal mengejutkan. Garis lintang tengah biasanya ditutupi selimut debu atau regolit, kehilangan bebatuan di atas lapisan batuan dasar, kata Colin Dundas, pemimpin penelitian dari Pusat Ilmu Astrogeologi Survai Geologi AS di Flagstaff, Arizona.

Garis lintangnya setara di Skotlandia atau ujung Amerika selatan. Peneliti menggunakan gambar dari "Mars Reconnaissance Orbiter" milik NASA yang telah mempelajari atmosfer dan medan Mars sejak 2006, termasuk sejarah arus air di permukaan.

Temuan menunjukkan bahwa es mungkin lebih banyak dari dugaan sebelumnya, yang bisa mendukung robot penjelajah masa depan atau eksplorasi manusia, bahkan memungkinkan pembuatan pangkalan Mars permanen. Air bisa digunakan untuk minum dan berpotensi diubah menjadi oksigen untuk bernafas.

"Manusia membutuhkan air kemanapun mereka pergi, namun bobotnya sangat berat untuk dibawa. Ide sebelumnya untuk memperoleh air yang dapat digunakan manusia dari Mars ialah menariknya dari atmosfir yang sangat kering atau menghancurkan batuan yang mengandung air," kata ilmuwan planet Shane Byrne dari Laboratorium Bulan dan Planet Universitas Arizona.

Byrne mengatakan peneliti menemukan kemungkinan adanya es air murni yang terkubur tepat di bawah permukaan. “Anda tidak perlu solusi berteknologi tinggi, cukup dengan ember dan sekop kemudian mengumpulkan sebanyak mungkin air yang Anda butuhkan. Saya pikir ini semacam langkah penentu. Tempat ini juga jauh lebih dekat dengan tempat-tempat yang mungkin didarati manusia dibandingkan dengan kutub yang kondisinya sangat tidak ramah," kata Byrne.

Endapan es tersebut ditemukan di tujuh formasi geologi yang disebut Scarps, dengan kemiringan hingga 55 derajat, di belahan planet bagian Selatan dan satu lainnya di belahan Utara. "Penafsiran kami adalah bahwa itu adalah kumpulan salju, yang disimpan secara geologis," kata Dundas.

 

 

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement