Rabu 20 Sep 2017 10:51 WIB

Ini Bahaya Terlalu Lama Nonton TV

Rep: Rizkyan adiyudha/ Red: Esthi Maharani
Orang duduk menonton TV. (ilustrasi)
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Orang duduk menonton TV. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Menonton televisi terlalu lama nyatanya memberikan dampak buruk bagi fisik. Berdasarkan penelitian, menghabiskan banyak waktu di depan televisi berpotensi terserang beragam penyakit.

Penelitian menyebutkan, permasalahan kesehatan semisal Alzheimer, asma, diabetes hingga masalah ginjal kerap menyerang. Pemirsa setia televisi tinggi juga memiliki kualitas diet yang rendah. Hal itu juga kerap dikaitkan dengan permasalahan kardiovaskular dan tekanan darah tinggi.

"80 persen orang yang menonton lebih dari empat jam per hari, 80 persen lebih mungkin meninggal karena penyakit kardiovaskular," kata ketua penelitian, Doktor Megan Grace seperti diwartakan Independent, Rabu (20/9).

Megan mengatakan, menyaksikan televisi paling tidak dua jam dalam sehari beresiko 54 persen lebih tinggi terserang peradangan yang mematikan. Lebih dari itu, setiap jam yang dihabiskan beresiko meningkatkan kematian akibat peradangan meningkat 12 persen.

Sebelumnya, penelitian dilakukan terhadap lebih dari 8.900 orang dewasa di Australia. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine & Science in Sports and Exercise itu dimulai pada 1999. Berselang 12 tahun, peneliti menemukan 909 parsipan meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 130 diantaranya meninggal lantaran peradangan yang mematikan tersebut.

Megan mengatakan, mereka yang menonton TV memiliki faktor gaya hidup lain yang sama. Dia melanjutkan, mereka adalah masyarakat yang lebih tua dan kemungkinan tidak menyelesaikan 12 tahun pendidikan.

"Memiliki pendapatan rumah tangga lebih rendah, cenderung menjadi perokok saat ini atau mantan perokok, cenderung memiliki diabetes atau hipertensi, dan memiliki lebih banyak profil kesehatan keseluruhan yang merugikan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement