Ahad 12 Feb 2017 07:11 WIB

Ponsel yang tak Direkomendasikan Sepanjang 2016

Rep: Nora Azizah/ Red: Winda Destiana Putri
Smartphone. Ilustrasi.
Foto: Techradar
Smartphone. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, Ada ponsel pintar terbaik, ada juga yang tidak menjadi rekomendasi. Sebab, harga dan performa ponsel tidak cocok.

Bahkan situs Cnet memberikan judul 'Don't buy this phone' terhadap review produk ponsel tersebut. Ponsel tidak memiliki layar mumpuni hingga ketahanan baterai yang tidak mencukupi kapasitas pemakaian. Selain merepotkan, harganya juga tak sebanding dengan kemampuan. Berikut ulasannya.

Sony Xperia XA

Apabila dilihat secara fisik, Xperia XA memang menarik. Balutan bezel dan bingkai ponsel memberikan kesan mahal dan mewah. Namun siapa sangka, layar ponsel memiliki low resolution. Kondisi tersebut tentu saja mengecewakan. Sebab, hampir seluruh ponsel pintar sudah menuju ke era 4K. Tidak hanya itu, ponsel juga mempunyai ketahanan baterai yang lemah. Dari hasil review, baterai ponsel hanya mampu bertahan 8 jam 45 menit saja. Sementara ponsel pintar saat ini bisa bertahan hingga 12 jam. Kemudian yang paling mengecewakan, ponsel hanya memiliki ruang penyimpanan internal sebesar 16 GB.

Baca juga: Samsung Galaxy S7, Ponsel Cacat di 2016

Blackberry DTEK 50

Sedikit mengagetkan ketika Blackberry beralih memroduksi ponsel Android. Salah satunya dengan mengeluarkan tipe DTEK 50. Tidak seperti ponsel ciri khas Blackberry dengan qwerty keypad, ponsel tersebut berlayar sentuh. Mungkin dari sisi perangkat lunak Android tidak menjadi masalah. Blackberry mampu beradaptasi sehingga Android bisa berjalan lancar pada ponsel. Namun kamera ponsel sangat mengecewakan. Pada kondisi kurang cahaya ponsel tidak mampu menghasilkan gambar berkualitas baik. Hal yang lebih mengecewakan, sebelumnya Blackberry mengemukakan bahwa ponsel tersebut merupakan 'The World Most Secure Android Smartphone'. Kenyataannya, ponsel tetap saja terjangkit penyakit aplikasi.

HTC Desire 520

Nama HTC sebagai ponsel asal Cina memang tak asing. Beberapa tipe HTC tergolong ponsel premium. Namun tidak untuk seri Desire 520. Ponsel tersebut memang memiliki pengeras suara kuat. Ruang penyimpanannya juga bisa diandalkan. Namun dari segi ketahanan baterai benar-benar lemah, tidak direkomendasikan. Desain ponsel juga membuatnya terlihat lebih murah dari harga yang dibanderol. Hal tersebut karena HTC menggunakan material plastik yang membuat ponsel berkesan murahan.

ZTE Speed

Ponsel ZTE Speed ternyata tidak secepat namanya. Tipe tersebut memang unggul dari sisi desain. Lebarnya pas sehingga nyaman digenggam. Bahkan sangat proporsional masuk ke dalam saku. Hanya saja dari sisi kecepatan prosesor sangat tidak direkomendasikan. Kemudian kecepatan kamera dalam menangkap objek foto juga tak bisa diandalkan. Ketika sudah fokus pada satu objek, kemudian berpindah ke objek lain membutuhkan waktu cukup lama untuk fokus kembali. Resolusi 960x540 piksel tidak bisa diandalkan.

LG Leon

Berukuran 4,5 inch membuat LG Leon nyaman disimpan dalam saku. Harganya juga tergolong cukup murah. Tetapi murah saja tidak cukup apabila tak memenuhi perkembangan teknologi. Terutama dari segi kualitas kamera. LG Leon sulit mempercepat fokus, sementara ketika kamerabdisentuh juga tidak cepat merespons. Kamera 5 MP miliknya tak bisa diandalkan untuk beberapa tahun ke depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement