Selasa 12 Apr 2016 08:11 WIB

Ilmuan Temukan Cara Perpanjang Umur Pisang

Pisang
Pisang

REPUBLIKA.CO.ID, Pisang tidak pernah bertahan sangat lama, hanya dalam beberapa hari setelah dibeli buah biasanya sudah akan mulai membusuk.

Ilmuwan dari Volcani Institute, lembaga riset Kementerian Pertanian Israel, menemukan cara untuk secara signifikan memperlambat pembusukan dengan mengubah gen dalam buah tersebut.

Dr. Haya Friedman, peneliti di Volcani Institute, yang juga dikenal sebagai Organisasi Riset Pertanian (Agricultural Research Organization/ARO), memberitahu kantor berita Reuters bahwa pisang yang genetiknya diubah bisa tetap segar setidaknya dua kali lebih lama ketimbang pisang normal.

"Kau bisa lihat di sini bahwa pisang-pisang yang telah kami ubah ekspresi gennya yang sekarang pematangannya tertunda. Sementara pada buah kontrol pematangannya masih berlangsung cepat dan normal. Kau harus memahami bahwa buah-buah ini dipetik lebih dari satu bulan lalu," katanya menunjuk pada dua kelompok pisang di meja di depannya, satu di antaranya sudah menghitam dan yang kedua masih terlihat kuning segar.

Riset Friedman mulanya didasarkan pada temuan sebelumnya pada tomat. Tapi kemudian membawa  temuan-temuan itu selangkah lebih jauh dengan mengisolasi gen spesifik yang menggerakkan proses penuaan pada pisang dan mengganggu fungsi normalnya.

"Bahkan walau ada sekitar 80 gen pada keluarga yang sama, kami menemukan gen yang bisa mengendalikan, yang mengontrol pematangan, dan kami bisa menunjukkan bahwa itu serupa dengan yang terjadi pada tomat, kita bisa menunda pematangan," katanya.

Dia menambahkan bahwa pengujian laboratorium menunjukkan intervensi genetik tidak membahayakan kualitas maupun rasa pisang.

Sekarang dia berharap bisa menemukan cara untuk mengomersilkan temuannya agar para petani dan pedagang grosir bisa mendapatkan manfaat.

Lebih dari itu dia ingin melihat hasil kerjanya bisa memperbaiki kehidupan mereka yang tinggal di negara-negara berkembang, tempat pemenuhan nutrisi sangat bergantung pada produk segar namun fasilitas untuk transportasi dan penyimpanan dingin masih langka.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement