REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA -- Material silikon yang telah 60 tahun bertahan sebagai material utama pembuatan semikonduktor sebagai jantung transistor berpotensi tergantikan oleh material baru yang lebih hemat. Material pengganti tersebut bernama galium nitrida atau GaN. Meskipun belum dipakai di komputer, semikonduktor GaN telah mulai dipakai di purwarupa mobil pintar, perangkat realitas virtual, dan siap digelar di berbagai produk elektronika konsumer.
Bapak revolusi GaN sekaligus ahli fisika dan CEO Efficient Power Conversion (EPC) Alex Lidow sepanjang kariernya berupaya mencari material yang bisa menjalankan operasi elektronika lebih cepat dan mampu menahan kondisi kerja yang lebih berat dibandingkan silikon.
Kemudian, selang dua dekade, laki-laki berusia 60 tahun ini bersama puluhan ilmuwan lainnya telah membawa tarnsistor GaN dari eksperimen sampai bisa diproduksi di pabrik semikonduktor standar. “Untuk pertama kalinya dalam 60 tahun, saya bisa mengatakan bahwa sekarang saya bisa membuatnya dengan lebih baik dan lebih murah,” kata Lidow.
Diterangkannya, transistor yang dibuat dari GaN bisa dihidupkan dan dimatikan lebih cepat serta mampu menahan voltase lebih tinggi dibandingkan silikon. Keunggulan lainnya, dengan GaN, produk dimungkinkan untuk dibuat lebih kecil namun tetap berkinerja lebih cepat, pintar, serta hemat energi.
Karena transistor GaN bisa dihidupkan dan dimatikan lebih cepat dibandingkan silikon. memungkinkan untuk mengontrolnya dengan lebih presisi. Sebagai hasilnya, perusahaan bisa membuat sistem konversi daya listrik yang lebih kecil dan efisien untuk dipakai di industri atau rumah.
Guru besar teknik elektro dan teknik komputer Universitas California di Santa Barbara Umesh Mishra menyatakan, bila seluruh perangkat diganti dengan transistor berbahan GaN, diperkirakan akan terjadi penghematan listrik setara dengan 40 pembangkit listrik tenaga nuklir per tahun.