Selasa 20 May 2014 18:18 WIB

Pengusaha Wanita Harus Waspadai Kejahatan Dunia Maya

hacker (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
hacker (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPP IWAPI) Nita Yudi mengatakan pengusaha wanita harus mewaspadai kejahatan di dunia maya dengan cara mengadopsi teknologi informasi (TI) secara hati-hati.

"Meningkatnya peran wanita dalam kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia, menuntut pemahaman tentang kejahatan dunia maya dan secara bijaksana mengadopsi produk dan solusi TI, seperti cloud computing yang menyediakan perlindungan data yang komprehensif, keamanan dunia maya, privasi dan langkah-langkah pencegahan kejahatan dunia maya," katanya di Jakarta, Selasa (20/5).

Kejahatan dunia maya, seperti "hacking" dan risiko "malware" adalah nyata terjadi di Indonesia, menyebabkan masalah keamanan internet sehari-hari untuk bisnis dan orang, ungkap Nita.

Masalah-masalah itu mengemuka dalam seminar Kejahatan Dunia Maya, yang diselenggarakan oleh IWAPI yang didukung oleh Microsoft.

Lebih jauh Nita mengatakan, pihaknya percaya wanita menjadi kekuatan yang kuat dalam dunia usaha. Di Asia Tenggara wanita pengusaha telah berada di garis depan dari perputaran ekonomi di wilayah tersebut sejak "flu Asia" terjadi pada tahun 1997. Di Indonesia, IWAPI sendiri telah mencapai 40.000 anggota yang terdaftar dalam skala nasional di berbagai sektor usaha.

"Kami juga percaya bahwa wanita pengusaha harus memanfaatkan teknologi informasi (TI) untuk produktivitas yang lebih besar dan dampak yang lebih besar, efisiensi karena TI adalah satu alat, yang memberikan solusi kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, skala dan transparansi antara perusahaan dan pelaku bisnis di Indonesia," kata Nita.

Dia juga menyebutkan bahwa "komputasi awan" adalah masa depan dan wanita pengusaha perlu mendalaminya sejak dini karena komputasi awan terus mengubah cara organisasi melakukan usaha, terbukti menjadi inovasi transformatif bagi banyak perusahaan.

Namun, wanita juga perlu berhati-hati ketika memilih dan menerapkan teknologi dan selalu memastikan mereka bekerja dengan mitra terpercaya yang berkomitmen dalam hal keamanan teknologi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement