REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengelola situs lokal penyedia informasi kuliner dan pariwisata kudunyahoo.com menantang Yahoo! untuk debat terbuka untuk membuktikan apakah kudunyahoo.com mencontek nama Yahoo! atau tidak.
Salah satu pemilik situs tersebut Assaroalhaq mengungkapkan undangan tersebut pada surat keberatan yang disampaikan oleh kudunyahoo.com kepada pihak kuasa hukum Yahoo! tertanggal 29 September 2013.
"Mengajak untuk berdiskusi secara terbuka secara bersama-sama didampingi oleh pakar hukum cyber crime, ahli hukum dalam bidang patent dan merek, sosiolog, budayawan, serta sejarawan sunda dan advokat independen, Menkominfo, Menkumham dan perwakilan masyarakat umum dalam mengkaji masalah ini,"jelasnya.
Dia melanjutkan, keberatan yang diajukan oleh Yahoo! setelah web www.kudunyahoo.com telah berjalan selama 2 tahun sangat tidak berdasar dikarenakan web ini telah resmi ada sejak lama. Menurutnya, selama ini tidak ada klaim atau tuntutan atas penggunaan nama tersebut.
Seharusnya, ungkapnya, jika keberatan atau tuntutan kepada kudunyahoo.com dianggap melanggar hak cipta, sejak tiga bulan awal ketika web ini ada sudah ter-suspend oleh sistem komputerisasi di internet baik oleh penuntut dengan menggunakan program sendiri atau laporan masyarakat pengguna internet sendiri.
"Selama ini kami tidak melihat adanya kecenderungan ke arah itu hingga 2 tahun kemudian tuntutan ini anda ajukan."
Yahoo! Inc sebelumnya mengajukan keberatan kepada kudunyahoo.com karena dianggap telah melanggar hak cipta dengan adanya kemiripan antara nama Yahoo! dan nyahoo. Yahoo! pun memberi tenggat waktu kepada kudunyahoo.com agar mengganti namanya hingga 30 September 2013.