Kamis 14 Feb 2013 21:10 WIB

Kartu Perdana Baru Esia Bidik Kalangan Bawah

Esia bidik kalangan menegah ke bawah.
Foto: Esia
Esia bidik kalangan menegah ke bawah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Operator telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (Esia) hari ini merilis tiga kartu perdana baru. Ketiga kartu itu membidik kalangan menengah ke bawah yang merupakan segmen pelanggan layanan suara dan SMS. 

"Maraknya layanan data tidak membuat kami melupakan segmen pelanggan suara. Bahkan kami berupaya mempertajam segmentasi pelanggan layanan suara dan SMS dengan mengeluarkan tiga kartu perdana baru," kata Rita Purnaeni, Head of Marketing Bakrie Telecom di Jakarta, Kamis (14/2).

Kartu perdana baru yang dirilis Bakrie Telecom meliputi "Nelpon GSM 100% Balik Pulsa", "Gratis Nelpon & SMS Sepuasnya" dan "Gratis Ribuan SMS ke Semua Operator".

Ketiga kartu perdana baru itu, kata Rita, ditujukan terutama pada khalayak masyarakat berpenghasilan terbatas seperti pedagang kaki lima, pekerja harian, sopir, satpam, dan tukang ojek.

Segmen pelanggan itu diyakininya masih sangat membutuhkan layanan komunikasi suara yang selama ini belum terlayani dengan baik oleh operator lain.

"Kami luncurkan tiga kartu perdana sekaligus karena memang segmen penggunanya berbeda dan butuh perlakuan khusus. Penghasilan mereka didapat secara harian dan karenanya sangat sensitif terhadap harga. Karena itu kami sediakan kartu perdana yang memiliki nilai tambah dari sisi biaya dan memperbanyak bonus gratisan yang bisa dirasakan langsung oleh mereka," katanya.

Dengan adanya tiga kartu perdana yang berbeda itu maka pihaknya berupaya untuk semakin mempertajam karakteristik segmen pelanggannya.

Mereka tidak lagi didasarkan pada aspek demografi semata, seperti jenis kelamin, umur, dan besarnya pendapatan, tapi juga mulai mempertimbangkan sisi psikografis konsumen.

"Umumnya segmen konsumen ini selain sangat memperhatikan nilai uang yang dikeluarkan, juga butuh layanan yang praktis dan mudah digunakan. Mereka tidak punya cukup kemewahan untuk chatting atau bersosial media karena hampir semua waktunya dihabiskan untuk bekerja. Mereka benar-benar tipe pekerja keras dan menggunakan teleponnya untuk sesuatu yang dibutuhkan," kata Rita.

Ketiga kartu perdana itu dilepas ke pasar dengan harga Rp 5000.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement