Jumat 26 Nov 2010 07:53 WIB

Axis Ingin Pertahankan Pelanggan Haji

Axis
Foto: Axis
Axis

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Axis, menyatakan ingin mempertahankan pelanggannya yang baru saja kembali beribadah haji dari Tanah Suci yang menggunakan layanan operator itu selama berhaji.

"Untuk memaintain segmen tersebut kami menawarkan program apresiasi untuk pelanggan yang baru kembali dari tanah suci menunaikan ibadah haji," kata Vice President Sales and Distribution AXIS, Syakieb Ahmad Sungkar, di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, pihaknya menawarkan program apresiasi khusus untuk para jamaah haji Indonesia yang baru kembali ke tanah air dari Arab Saudi.

Saat para jamaah haji mendarat di Indonesia, sebuah SMS notifikasi akan dikirimkan kepada para pelanggan untuk menginformasikan kepada mereka tarif spesial Rp100/nelpon kapan saja, setiap hari untuk menelpon dua nomor AXIS yang dipilih.

"Ini sebuah usaha untuk menunjukkan penghargaan kepada para jamaah haji, kami melihat program ini sebagai cara yang tepat untuk memberi kesempatan kepada para pelanggan kami yang baru kembali dari Ibadah Haji untuk berbagi kegembiraaan sekaligus mendapatkan apresiasi cukup dengan berkomunikasi dengan teman dan keluarga mereka."

Pihaknya memberikan tarif khusus Rp100/nelpon ke dua nomor AXIS favorit berlaku untuk 30 hari dari mulai registrasi.

"Pelanggan dapat terus menikmati tarif khusus ini untuk bulan berikutnya dengan melakukan isi ulang minimum Rp20.000 setiap 30 hari. Program apresiasi ini berlaku hingga 30 November 2011," katanya.

Sebagai bagian dari Saudi Telecom Company (STC), penyedia layanan telekomunikasi terdepan di Arab Saudi dan Maxis Communications, operator telekomunikasi utama di Malaysia, pihaknya menawarkan layanan jelajah internasional di hampir 150 negara, melalui lebih dari 300 mitra jelajah internasional mereka.

Saat ini, operator itu juga menawarkan tarif yang murah untuk menelpon ke luar negeri, mulai dari Rp99/menit telepon ke Kanada atau Amerika Serikat, Rp188/menit telepon ke Singapura dan Rp1.388/menit telepon ke Arab Saudi, Taiwan, Australia dan Inggris.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement