Sabtu 25 Sep 2010 22:59 WIB

Program Internet Kecamatan Belum Bisa Digunakan

Ujicoba layanan internet di PLIK
Foto: lintasarta
Ujicoba layanan internet di PLIK

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sekalipun pembangunan infrastruktur untuk Pusat Layanan Internet Kecamatan (PILK) di Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur telah diselesaikan, namun layanan berformat warung internet ini belum bisa digunakan.

''Belum ada port internetnya, sehingga PLIK belum dapat dioperasikan,'' kata GM Layanan Jasa Lintasarta, Rizna Maladini, di Jakarta Sabtu (25/9). Karena itu, sekalipun infrastruktur internet kecamatan telah tersedia di 428 titik, fasilitas publik ini tidak bisa digunakan.

Rizna menyatakan untuk akses belum dibuka tender. Sebagai pemenang tender Lintasarta hanya menyediakan infrastruktur dan menetapkan lokasi untuk warung internet pada program internet kecamatan tersebut.

Untuk lokasi warung internet, Rizna menyatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan pengusaha kecil dan menengah setempat. ''Seperti pemilik bengkel, pemilik toko atau salon. Jangan heran jika warnet ada di dekat salon atau bengkel,'' kata Rizna.

Ia melukiskan pendekatan ini cukup efektif. Selain memberi kesempatan kepada pengusaha lokal mengembangkan usahanya, kerja sama dimaksud juga untuk menjaga kesinambungan program PLIK itu sendiri.

Tentang tarif yang akan dikenakan, Rizna belum bisa menjelaskan. ''Aksesnya belum ada, kita belum bisa berbicara soal tarif internet,'' ujarnya.

Karena PLIK membutuhkan dukungan listrik minimal 1300 watt, pihaknya tentu saja menjalin kerja sama dengn UKM yang telah memiliki aliran listrik. ''Mempertimbangkan listrik yang masih bergilir, kami menyediakan genset agar target operasi minimal delapan jam sehari bisa dicapai,'' kata Rizna. Genset juga disediakan untuk daaerah yang belum dialiri listrik.

Rupanya, untuk internet kecamatan, Balai Telekomunikasi dan Informasi Pedesaan Kementrian Komunikasi dan Informatikaa, melakukan tender terpisah untuk pembangunan infrastruktur, akses dan sistem informasi manajemen.  Belum diketahui, mengapa BTIP menerapkan tender terpisah pada program internet kecamatan ini.

Padahal untuk tender telepon pedesaan melalui mekanisme universal service obligation (USO) untuk pembangunan akses di lebih dari 30 ribu desa, dikembangkan sistem paket. Selain infrastruktur, pemenang tender juga menyediakan akses serta pemeliharaan infrastruktur untuk kontrak hingga lima tahun. Dengan sistem ini, infrastruktur yang selesai dibangun bisa digunakan.

Untuk internet kecamatan, Lintasarta menyediakan infrastruktur berbasis VSAT Kuband 28 MHZ xPDR. Kapasitas yang disiapkan untuk untuk mendukung akses internet hingga lima client untuk setiap titik. ''Kami juga akan melakukan pelatihan bagi pengelola warung internet dan edukasi kepada publik bagaimana mengoperasikan dan memanfaatkan internet,'' kata Rizna.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement