Senin 15 Apr 2024 12:50 WIB

Bagaimana Israel Menghalau Ratusan Rudal Iran?

Israel mengklaim 99 persen rudal Iran berhasil dilumpuhkan.

Rep: Shelbi Asrianti / Red: Friska Yolandha
Ledakan terlihat di langit Yerusalem, menyusul serangan dari Iran, Ahad (14/4/2024). Iran melancarkan serangan militer langsung pertamanya terhadap Israel pada hari Sabtu. Militer Israel mengatakan Iran menembakkan lebih dari 100 drone pembawa bom ke arah Israel. Beberapa jam kemudian, Iran mengumumkan bahwa mereka juga telah meluncurkan rudal balistik yang jauh lebih merusak.
Foto: Mohammad Hamad/Anadolu
Ledakan terlihat di langit Yerusalem, menyusul serangan dari Iran, Ahad (14/4/2024). Iran melancarkan serangan militer langsung pertamanya terhadap Israel pada hari Sabtu. Militer Israel mengatakan Iran menembakkan lebih dari 100 drone pembawa bom ke arah Israel. Beberapa jam kemudian, Iran mengumumkan bahwa mereka juga telah meluncurkan rudal balistik yang jauh lebih merusak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai balasan atas serangan konsulat di Suriah, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal besar-besaran ke Israel, Sabtu (14/4/2024) malam. Namun, militer Israel mengeklaim serangan itu berhasil diatasi berkat bantuan Amerika Serikat, Inggris, dan Yordania.

"Sembilan puluh sembilan persen ancaman telah dicegat," demikian pernyataan pihak militer Israel, Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dikutip dari laman The Guardian, Senin (15/4/2024). Diketahui ada sekitar 360 rudal dan drone ditembakkan dari Iran. 

Baca Juga

Misi pertahanan untuk menghentikan semua itu merugikan Israel sekitar 800 juta poundsterling (sekitar Rp 16,03 triliun), namun disebut menyelamatkan banyak orang. Iran tampaknya berupaya membanjiri sistem pertahanan udara Israel dengan serangan kompleks.

Hal itu serupa dengan yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina, namun dalam skala yang jauh lebih besar. Serangan Iran terdiri dari drone yang bergerak relatif lambat, rudal jelajah yang lebih cepat, dan rudal balistik berkecepatan tinggi yang mampu melaju beberapa kali lebih cepat daripada kecepatan suara.

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, mengatakan pada Ahad (14/4/2024) bahwa pihaknya telah memberi pemberitahuan 72 jam kepada negara-negara tetangga. Serangan itu kira-kira tiga kali lipat serangan Rusia berskala besar di Ukraina.

Serangan Iran ke Israel merupakan ancaman serius terhadap sistem pertahanan udara mana pun. Kepala staf umum Iran, Jenderal Mohammad Bagheri, mengatakan operasi tersebut dianggap sukses dan serangan lebih lanjut tidak diperlukan.

Iran pun sudah mengetahui tentang pertahanan udara Israel, serta tingkat dampak yang rendah. Sebagai perbandingan, serangan mendadak drone dan rudal Iran terhadap dua instalasi minyak Arab Saudi di Abqaiq dan Khurais pada September 2019, telah menghancurkan lima persen pasokan minyak dunia.  

Dalam serangan terbaru, AS....

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement