Jumat 09 Feb 2024 17:09 WIB

Mana yang Lebih Dulu, Galaksi atau Lubang Hitam? Teleskop James Webb Punya Jawabannya

Lubang hitam ada pada awal mula alam semesta dan menjadi bahan pembentuk galaksi.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Friska Yolandha
Sagitarius A*, lubang hitam supermasif galaksi Bima Sakti. Mana yang lebih dulu, lubang hitam atau galaksi? Ilmuwan kini mungkin telah temukan jawabannya.
Foto: republika
Sagitarius A*, lubang hitam supermasif galaksi Bima Sakti. Mana yang lebih dulu, lubang hitam atau galaksi? Ilmuwan kini mungkin telah temukan jawabannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain teka-teki tentang ayam atau telur, ada juga teka-teki Mana yang lebih dulu, galaksi atau monster lubang hitam? Menurut penelitian baru, para ilmuwan akhirnya punya jawabannya. 

Dilansir Space, Jumat (9/2/2024), lubang-lubang hitam supermasif yang ada menjelang awal waktu telah lama diyakini telah membentuk galaksi-galaksi di sekitarnya, mempercepat laju pembentukan bintang di galaksi-galaksi dan dengan demikian memengaruhi evolusi seluruh alam semesta. 

Baca Juga

Tapi sekarang, analisis ulang data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) menunjukkan bahwa lubang-lubang hitam ini mungkin sudah ada selama 50 juta tahun pertama alam semesta kita yang berusia 13,8 miliar tahun, sehingga mendorong pembentukan bintang pada usia yang begitu dini. 

Temuan-temuan ini dapat menantang gagasan bahwa lubang-lubang hitam terbentuk hanya setelah bintang dan galaksi pertama muncul. 

“Kita tahu monster ilubang hitam ini ada di pusat galaksi dekat Bima Sakti kita, tapi kejutan besarnya sekarang adalah bahwa mereka juga ada pada awal mula alam semesta dan hampir seperti bahan penyusun atau benih untuk galaksi awal," kata Joseph Silk, ketua tim dan profesor di Johns Hopkin University di Amerika Serikat (AS) dalam sebuah pernyataan.

Silk menuturkan mereka benar-benar meningkatkan segalanya, seperti penguat raksasa pembentukan bintang, yang merupakan perubahan besar dari apa yang kita pikir mungkin terjadi sebelumnya, sedemikian rupa sehingga hal ini benar-benar dapat mengguncang pemahaman kita tentang bagaimana galaksi-galaksi terbentuk. 

Silk menunjukkan fakta bahwa galaksi-galaksi jauh....

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement