Kamis 07 Dec 2023 13:50 WIB

Mau Pakai iMessage di Ponsel Android? Coba Lirik Aplikasi Ini

Layanan pesan iMessage tersedia di sejumlah perangkat besutan Apple

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
Kini pengguna Android dapat mengirim pesan langsung dari ponselnya ke server Apple menggunakan aplikasi bernama Beeper Mini./Ilustrasi
Foto: Digitalspy
Kini pengguna Android dapat mengirim pesan langsung dari ponselnya ke server Apple menggunakan aplikasi bernama Beeper Mini./Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Layanan pesan iMessage secara eksklusif tersedia di sejumlah perangkat besutan Apple seperti iPhone, iPad, dan Mac. Namun, kini pengguna Android dapat mengirim pesan langsung dari ponselnya ke server Apple menggunakan aplikasi bernama Beeper Mini.

Dikutip dari laman The Verge, Kamis (7/12/2023), pesan yang dikirim dari Beeper Mini di ponsel Android muncul sebagai pesan dengan warna gelembung biru di iPhone yang dituju. Obrolan grup di Beeper Mini pun secara otomatis dialihkan ke iMessage.

Baca Juga

Percakapan lintas perangkat terbilang lancar. Reaksi jawaban, rangkaian pesan, meme, foto, dan video (tanpa kompresi) semuanya muncul sebagaimana dikirimkan antara Beeper Mini dan iMessage. 

CEO Beeper, Eric Migicovsky, menceritakan awal mula dari Beeper Mini. Suatu ketika, ada siswa sekolah menengah berusia 16 tahun menunjukkan prototipe yang memungkinkan perangkat Android, Windows, atau apa pun, mengirim pesan iMessage.

Semula Migicovsky tidak percaya, tetapi setelah mencobanya sendiri, ternyata itu berhasil dan sangat efektif. Prototipe tersebut menjadi dasar bagi aplikasi Android baru, bernama Beeper Mini, yang kini sudah resmi diluncurkan oleh Beeper. Siswa 16 tahun itu pun tergabung menjadi anggota tim.

Pengguna aplikasi Beeper Mini bisa mengakses percakapan pesan teks, lalu melihat klasifikasi pesan yang berasal dari pengguna iMessage, dan mengalihkannya ke percakapan gelembung biru di platform Apple. Tidak ada pesan yang hilang, tidak ada obrolan grup yang rusak.

Beeper Mini bergabung dengan semakin banyak aplikasi yang mencoba meretas pengalaman iMessage ke Android. Akan tetapi, Migicovsky bersikeras bahwa Beeper Mini tidak seperti layanan lainnya, sebab mampu mengirim iMessage secara langsung.

Layanan lain, termasuk implementasi iMessage Beeper sebelumnya, menyampaikan pesan melalui Mac yang dihosting di cloud. Artinya, ada potensi masalah keamanan, seperti yang terjadi pada Sunbird dan spin-off dari Nothing, Nothing Chats.

Aplikasi Nothing diluncurkan dan ditarik hanya dalam empat hari setelah masalah keamanan serius ditemukan, begitu juga Sunbird yang segera menarik aplikasinya. Sementara, Beeper Mini tidak mengalami masalah tersebut karena dasar cara kerjanya berbeda.

Pengembang telah menemukan cara mendaftarkan nomor telepon dengan iMessage, mengirim pesan langsung ke server Apple, dan mengirim pesan kembali ke ponsel secara asli di dalam aplikasi. Itu adalah proses rumit yang melibatkan dekonstruksi saluran perpesanan Apple dari awal hingga akhir.  

Tim Beeper harus mencari tahu ke mana harus mengirim pesan, seperti apa tampilan pesannya, dan bagaimana cara menariknya kembali dari cloud.  Bagian tersulitnya, kata Migicovsky, adalah memecahkan apa yang pada dasarnya merupakan gembok Apple di seluruh sistem: memeriksa apakah perangkat yang terhubung adalah produk Apple asli.

"Kami melakukan jailbreak pada iPhone, lalu mendalami sistem operasinya untuk melihat bagaimana semuanya bekerja. Kemudian tulis kode baru dari awal untuk mereproduksi semua yang ada di dalam aplikasi Android kami," ungkap Migicovsky.

Hasilnya adalah implementasi iMessage pihak ketiga yang diklaim aman. Hal itu lantaran Beeper tidak melihat pesan yang dikirim pengguna, kontak, atau kata sandi ID Apple. Pengguna bahkan tidak perlu login, hanya perlu menyambung ke server Apple seperti yang dilakukan iPhone.

Migicovsky tahu bahwa keamanan akan menjadi pertanyaan besar di benak calon pengguna.  Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut, Migicovsky mengatakan kode iMessage Beeper akan menjadi sumber terbuka untuk ditinjau oleh orang lain. 

Chief Technology Officer Beeper, Brad Murray, juga menghabiskan beberapa waktu mencoba mendobrak sistem seolah-olah dia adalah seorang penyerang dan mempublikasikan temuannya. Keamanan sistem disebut tidak terdampak.

Dengan inovasi Beeper Mini, Migicovsky yakin bahwa pihaknya tidak melanggar hukum. Sebelum ini, Beeper telah mengoperasikan jenis relay iMessage yang kurang aman selama hampir tiga tahun, dan tidak ada komentar atau protes dari Apple. 

Saat peluncuran, layanan Beeper Mini akan dikenakan biaya dua dolar AS (Rp 31 ribuan) per bulan dan hanya menawarkan akses ke iMessage. Migicovsky mengatakan Beeper Mini pada akhirnya akan menghilangkan nama "mini" dan mengintegrasikan semua layanan obrolan yang ditawarkan di aplikasi utama Beeper, baik WhatsApp, Messenger, Signal, dan lainnya dalam satu antarmuka.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement