Selasa 05 Dec 2023 02:36 WIB

Perusahaan Rintisan Cina Siap Luncurkan Roket Bertenaga Metana

Peluncuran ini dilakukan kurang dari setahun setelah kegagalan Zhuque-2 pertama.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Perusahaan rintisan Cina, Landspace akan meluncurkan roket bertenaga metana awal bulan depan./ilustrasi
Foto: Independent
Perusahaan rintisan Cina, Landspace akan meluncurkan roket bertenaga metana awal bulan depan./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Perusahaan rintisan Cina, Landspace akan meluncurkan roket bertenaga metana awal bulan depan. Kali ini, roket Zhuque 2 (Vermillion Bird 2) akan membawa satelit dan bertujuan untuk menunjukkan kemampuan peluncuran operasionalnya. 

Peluncuran ini dilakukan kurang dari setahun setelah peluncuran Zhuque-2 pertamanya yang berakhir dengan kegagalan. Zhuque-2 bangkit kembali dengan peluncuran keduanya pada bulan Juli, berhasil mencapai orbit. Namun peluncuran tersebut hanya membawa simulator massal dan bukan muatan aktif. 

Baca Juga

Dilansir Space, Senin (4/12/2023), Zhuque-2 sepanjang 49,5 meter menggunakan metana dan oksigen cair sebagai propelan dan menjadi roket pertama yang mencapai orbit, mengungguli roket Terran dari Relativity Space dan Starship SpaceX, yang melakukan uji peluncuran kedua pada akhir pekan, berakhir dengan kegagalan yang spektakuler. 

Persiapan peluncuran telah terlihat di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan menggunakan citra satelit. Perusahaan membangun landasan peluncurannya sendiri di Jiuquan untuk memfasilitasi roket methalox-nya. 

Pimpinan perusahaan mengungkapkan pekan ini bahwa peluncuran tersebut dijadwalkan berlangsung pada pukul 07.30 waktu Beijing pada 5 Desember (pukul 23.30 GMT atau pukul 20.30 EST pada 4 Desember). 

Keberhasilan Zhuque-2 dan, pada bulan April, roket Tianlong-2 milik Space Pioneer, menandai tonggak sejarah dalam pengembangan peluncuran komersial Cina. Sepasang roket tersebut merupakan roket berbahan cair pertama yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan Cina yang mencapai orbit. Semua peluncuran orbital perusahaan peluncuran komersial lainnya hingga saat itu adalah roket padat yang lebih kecil dan sederhana. 

Misi Zhuque-2 ketiga mungkin bukan satu-satunya peluncuran “methalox” sebelum tahun ini berakhir. SpaceX meluncurkan Starship raksasanya pada uji penerbangan kedua, sementara United Launch Alliance sedang mempersiapkan penerbangan pertama Vulcan Centaur barunya. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement