Senin 04 Dec 2023 06:16 WIB

Pengiklan Besar Mundur, Elon Musk Lakukan Strategi Begini

Gerakan penyetopan iklan dinilai merupakan bentuk ancaman untuk Elon Musk.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Ketika perusahaan dan merek besar berhenti beriklan, X justru memilih mengembangkan strategi periklanan baru.
Foto: EPA-EFE/ETIENNE LAURENT
Ketika perusahaan dan merek besar berhenti beriklan, X justru memilih mengembangkan strategi periklanan baru.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK---Sejumlah perusahaan besar memutuskan untuk berhenti beriklan di platform media sosial milik Elon Musk, X. Untuk menyiasati perubahan signifikan ini, X mengembangkan strategi periklanan baru agar bisa tetap bertahan.

Beragam perusahaan dan merek besar mulai berhenti beriklan di X setelah kelompok pengawas liberal, Media Matters, merilis sebuah laporan. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa beberapa iklan di X mulai berhenti muncul setelah unggahan yang bernada antisemitisme.

Baca Juga

Situasi semakin buruk ketika Musk membuat komentar yang menyinggung kaum Yahudi. Dalam komentar tersebut, Musk mengeklaim bahwa umat Yahudi memiliki kebencian dialektis terhadap orang berkulit putih. Menurut beberapa laporan, komentar ini mendorong sejumlah merek besar menunda kegiatan beriklan di platform X.

Dalam sebuah sesi wawancara di New York Times Dealbook Summit, Musk sempat dimintai komentar terkait penyetopan iklan dari perusahaan atau merek besar di X. Musk lalu menyatakan bahwa gerakan penyetopan iklan tersebut merupakan bentuk ancaman  atau desakan terhadap Musk.

"Seseorang hendak mencoba dan melakukan ancaman terhadap saya dengan iklan? Melakukan ancaman terhadap saya dengan uang? Persetan dengan kalian," ungkap Musk, seperti dilansir Times of India pada Senin (4/12/23).

Tak hanya memberikan pernyataan dengan tegas, Musk bahkan berani menyindir dan menyebut nama salah satu petinggi perusahaan besar yang berhenti beriklan di X. Petinggi tersebut adalah CEO Disney, Bob Iger.

Dalam kesempatan berbeda, Iger mengungkapkan bahwa perusahaannya memiliki pandangan yang tidak sejalan dengan Musk dalam hal unggahan antisemitisme. Iger menilai hubungan antara Disney dengan Musk dan X tidak menghasilkan hubungan yang positif. "Dan kami memutuskan untuk menarik iklan kami," tutur Iger.

Selain Disney, sejumlah merek dan perusahaan besar lain juga menghentikan aktivitas iklan mereka di X. Beberapa di antaranya adalah Apple, IBM, Comcast, dan Walmart.

"Kami tidak beriklan di X setelah kami menemukan platform lain yang mampu menjangkau pelanggan kami dengan lebih baik," ujar juru bicara Walmart.

Iklan dari perusahaan dan merek besar merupakan pemasukan utama bagi perusahaan X. Namun, X tampaknya tidak berkecil hati meski kehilangan sebagian sumber pemasukan utama mereka.

X justru memilih mengembangkan strategi periklanan baru. Menurut laporan, strategi periklanan baru ini akan menyasar pengiklan dari usaha atau bisnis berskala kecil dan sedang.

"Usaha kecil dan menengah merupakan 'mesin' dengan pengaruh sangat signifikan yang selama ini kerap kita anggap remeh. (Namun bagi X) menggandeng merek kecil dan menengah sejak awal selalu menjadi bagian dari rencana mereka," ungkap juru bicara X. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement