Rabu 29 Nov 2023 15:04 WIB

Hati-hati, Google Segera Hapus Akun yang tidak Aktif Mulai Desember

Google mengaitkan akun yang tidak aktif dengan masalah keamanan.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
 Akun Google yang dianggap tidak aktif akan dihapus secara bertahap mulai Jumat (1/12/2023).
Foto: tangkapan layar Google
Akun Google yang dianggap tidak aktif akan dihapus secara bertahap mulai Jumat (1/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Berdasarkan kebijakan akun tidak aktif Google yang diperbarui, yang diumumkan raksasa teknologi itu pada bulan Mei, akun yang tidak digunakan setidaknya selama dua tahun dapat dihapus. Akun yang dianggap tidak aktif akan dihapus secara bertahap mulai Jumat (1/12/2023). 

Jika Anda memiliki akun yang berisiko dihapus, Anda akan menerima beberapa pemberitahuan dari Google yang dikirim ke email yang berafiliasi dengan akun tersebut dan alamat pemulihannya (jika ada yang keluar). Tetapi jika Anda masih mengikuti kebijakan baru ini dan ingin memastikan bahwa konten Anda di Google Drive, Docs, Gmail, dan lainnya disimpan, inilah hal yang perlu Anda ketahui. 

Baca Juga

Dilansir Japan Today, Rabu (29/11/2023), dalam pengumuman bulan Mei, Google mengaitkan akun yang tidak aktif dengan masalah keamanan. 

Akun yang sudah lama tidak digunakan lebih besar kemungkinannya untuk disusupi, kata perusahaan tersebut, seraya mencatat bahwa “akun yang terlupa atau tidak dijaga” biasanya memiliki kata sandi lama, sering kali tidak memiliki autentikasi dua faktor, dan menerima lebih sedikit pemeriksaan keamanan. Akibatnya, akun tersebut dapat dibajak dan digunakan untuk spam atau konten berbahaya lainnya, serta pencurian identitas. 

Cara termudah untuk menjaga akun Google Anda tetap aktif (dan mencegahnya dihapus) adalah dengan masuk setidaknya sekali setiap dua tahun. Tindakan lain yang memenuhi persyaratan aktivitas akun termasuk mengirim atau menelusuri email, menggunakan penelusuran Google, dan menonton video YouTube (YouTube dimiliki oleh Google) semuanya sambil masuk ke akun Google Anda. 

Langganan yang sudah ada yang disiapkan melalui akun Google Anda, termasuk profil untuk aplikasi dan publikasi pihak ketiga, juga dapat memperhitungkan aktivitas. 

Selain itu, menyimpan konten di Google Photos memerlukan login khusus. Seperti yang diumumkan sebelumnya oleh Google, konten Photos juga dapat dihapus setelah dua tahun tidak aktif. Artinya Anda harus membuka aplikasi sesering mungkin agar gambar tidak dibuang ke sampah. 

Hanya akun Google pribadi yang tidak digunakan selama dua tahun atau lebih yang akan terpengaruh oleh pembaruan akun tidak aktif ini. Akun yang dibuat untuk organisasi, seperti sekolah atau perusahaan, tidak akan terpengaruh, kata Google. 

Sesuai dengan kebijakan daring Google, pengecualian lainnya mencakup akun Google yang mengelola akun di bawah umur yang aktif, akun yang berisi saldo kartu hadiah, serta akun yang telah digunakan untuk membeli produk, aplikasi, atau langganan Google yang sedang berjalan. Juru bicara Google mengonfirmasi kepada The Associated Press Senin (28/11/2023), tidak berencana untuk menghapus akun dengan video YouTube saat ini. 

Selain menjaga akun Google Anda tetap aktif, ada beberapa alat untuk membantu mengelola dan mencadangkan data Anda. Google Takeout, misalnya, memungkinkan pengguna mengunduh dan mengekspor data akun di luar Google kapan saja. Manajer Akun Tidak Aktifnya memungkinkan Anda memilih apa yang akan terjadi pada akun dan data Anda jika tidak aktif, termasuk opsi untuk mengirim file tertentu ke kontak terpercaya atau menghapus akun sepenuhnya. 

Kebijakan daring Google juga menyatakan bahwa perusahaan dapat bekerja sama dengan keluarga dekat untuk menutup akun orang tercinta yang telah meninggal dan/atau menyediakan beberapa konten akun, tanpa membagikan kredensial login- berdasarkan kasus per kasus. 

Google meminta pengguna untuk memberikan atau memperbarui email pemulihan untuk akun mereka, yang juga berguna untuk mengirimkan pemberitahuan akun tidak aktif dan komunikasi lainnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement