Kamis 19 Oct 2023 13:25 WIB

Banyak Aplikasi Prakiraan Cuaca tidak Akurat, Ini Komentar Kepala BMKG

BMKG menyarankan tidak sembarangan melihat informasi cuaca.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Natalia Endah Hapsari
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati pergerakan sikon tropis Paddy yang berada di Samudera Hindia melalui citra satelit Himawari di BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021). Meski siklon tropis Paddy sudah bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG tetap meminta masyarakat mewaspadai dampak tidak langsung dari badai tersebut yakni potensi hujan lebat disertai angin kencang berkisar 35 knot atau 65 kilometer per jam serta gelombang tinggi yakni 1,5 meter hingga 4 meter di perairan sebelah selatan Pulau Jawa dan Lampung.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengamati pergerakan sikon tropis Paddy yang berada di Samudera Hindia melalui citra satelit Himawari di BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021). Meski siklon tropis Paddy sudah bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG tetap meminta masyarakat mewaspadai dampak tidak langsung dari badai tersebut yakni potensi hujan lebat disertai angin kencang berkisar 35 knot atau 65 kilometer per jam serta gelombang tinggi yakni 1,5 meter hingga 4 meter di perairan sebelah selatan Pulau Jawa dan Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang lebih lengkap dapat dilihat di situs www.bmkg.go.id, aplikasi ponsel "Info BMKG", atau akun media sosial @infoBMKG. BMKG menyarankan tidak sembarangan melihat informasi cuaca berbasis aplikasi di ponsel.

Lewat pernyataan resminya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyebutkan bahwa saat ini banyak informasi cuaca berbasis aplikasi di ponsel yang terkadang kurang akurat. Menurut dia, hal ini terjadi karena sumber data dan informasi tersebut bersifat global.

Baca Juga

Banyak aplikasi prakiraan cuaca yang tersedia di Google Play maupun App Store. ''Informasi cuaca yang dikeluarkan deretan aplikasi itu terkadang meleset karena tidak divalidasi atau diverifikasi dengan data observasi faktual di lapangan, yang lebih merepresentasikan kondisi dan dinamika cuaca di Indonesia,'' ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (19/10/2023).

Sementara, prakiraan cuaca di wilayah Indonesia yang dikeluarkan secara resmi oleh BMKG dapat menjadi patokan. Sebab, data di BMKG jauh lebih merepresentasikan kondisi di Indonesia yang diambil dari ratusan stasiun observasi atau ribuan peralatan observasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement