Selasa 26 Sep 2023 19:43 WIB

Apa Saja Kegiatan Astronaut di Orbit Bumi? Intip Keseharian Mereka

Astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) memiliki jadwal sibuk.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Natalia Endah Hapsari
Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Andreas Mogensen dengan bersemangat mengunggah tentang penggunaan perangkat khusus untuk membuat mousse cokelat di fasilitas orbit /ilustrasi.
Foto: AP Photo/Chris O'Meara
Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Andreas Mogensen dengan bersemangat mengunggah tentang penggunaan perangkat khusus untuk membuat mousse cokelat di fasilitas orbit /ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) memiliki jadwal sibuk selama enam bulan bertugas di orbit. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan untuk melakukan penelitian ilmiah dalam kondisi gaya berat mikro unik yang disediakan fasilitas tersebut, sementara perjalanan ruang angkasa sesekali dilakukan untuk melakukan peningkatan dan pemeliharaan umum. 

Program penelitiannya mencakup pembelajaran tentang cara terbaik menanam tanaman di luar Bumi dan di dalam fasilitas orbit yang relatif sempit. Itu adalah sebuah tugas yang sangat penting jika kita ingin mengirim astronaut dalam misi jangka panjang ke pangkalan bulan atau bahkan ke planet Mars. 

Baca Juga

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah mengembangkan peralatan untuk menanam sayuran berdaun hijau untuk dikonsumsi di ISS. Namun ini bukanlah makanan yang menenangkan yang mungkin ingin Anda nikmati saat Anda meluncur menuju Mars. 

Itulah sebabnya astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Andreas Mogensen dengan bersemangat mengunggah tentang penggunaan perangkat khusus untuk membuat mousse cokelat di fasilitas orbit dalam beberapa hari terakhir. 

“Membuat mousse cokelat untuk rekan kruku!” kata astronaut Denmark itu dalam sebuah postingan di media sosial, dilansir Digital Trends, Selasa (26/9/2023). “Ternyata enak dan sukses besar.” 

Mogensen menjelaskan bahwa mousse cokelat tersebut merupakan uji coba dari eksperimen ESA dan Badan Antariksa Prancis (CNES) yang disebut Food Processor, yang bertujuan untuk mengetahui hidangan apa yang layak dibuat di luar angkasa, dan mencatat bahwa camilan lezat seperti ini juga sama pentingnya bagi mental seperti halnya sayuran untuk menjaga kesehatan. 

Mogensen mengatakan saat ini, semua makanan astronaut disiapkan di lapangan dan dikemas sebelumnya. 

“Yang harus kita lakukan hanyalah merehidrasi makanan atau memanaskannya. Memasak makanan di luar angkasa bisa memberikan manfaat besar bagi kru di masa depan,” ujar Mogensen. 

Hal ini terutama berlaku untuk misi jangka panjang di mana tidak ada cukup ruang untuk mengambil persediaan makanan secara penuh. 

ESA mengatakan tujuan penyelidikan Advanced System for Space Food (Food Processor) adalah untuk menguji peralatan prototipe dengan satu resep spesifik yang menggunakan fungsi memasak dasar seperti mengocok putih telur dan mencampur produk. Dikatakan bahwa versi masa depan dari mesin Food Processor akan mampu menimbang, mencampur, menguleni, memanaskan, mengeringkan, memasak, mewarnai, dan merehidrasi, membuka jalan bagi banyak hidangan lezat yang akan membuat selera para penjelajah ruang angkasa tergelitik selama misi panjang jauh dari rumah. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement