Sabtu 23 Sep 2023 13:04 WIB

Ogah Ribet Saat Jalan-Jalan ke Luar Negeri, Jangan Lupa Pakai Ini

Sekitar 78 persen generasi Z lebih suka bertransaksi nontunai.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Natalia Endah Hapsari
Di era ponsel dan internet, kecepatan dan kemudahan pembayaran digital memiliki daya tarik yang lebih besar, baik itu melalui dompet digital, QR, hingga kartu kredit /ilustrasi
Foto: Pixabay
Di era ponsel dan internet, kecepatan dan kemudahan pembayaran digital memiliki daya tarik yang lebih besar, baik itu melalui dompet digital, QR, hingga kartu kredit /ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Masyarakat Indonesia sudah semakin sering bepergian ke luar negeri, tetapi masih banyak pula yang belum tahu bahwa ternyata Contactless Visa sangat berguna untuk naik transportasi publik di luar negeri. Cukup dengan di-tap-in, saldo yang ada dalam kartu Visa langsung terpotong.

CEO Mantappu Corp, Jehian Sijabat, menceritakan pengalamannya saat pergi ke Singapura. Stereotipe yang ada pada saat ia pertama kali pergi ke sana itu, adalah membeli kartu di sana untuk akses ke seluruh transportasi publik, sampai akhirnya ia mendapat pencerahan.

Baca Juga

“Suatu ketika, kartu aku ketinggalan di hotel. Aku sudah keburu masuk bus tapi nggak ketemu kartunya. Di sana kan everything so fast, jadi langsung ditanya, ‘Mau pakai apa’,” ucap Jehian menceritakan pengalamannya dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/9/2023)

“Terus aku buka dompet, semua kartu aku keliatan kan. Lalu ada satu kartu, ada tulisan Visa-nya, dia langsung, ‘Just use that card’. Pertama kali aku coba tuh itu. Kepepet, pakai ini, ternyata bisa. Langsung duduk,” kata Jehian lagi.

Sejak saat itu, Jehian selalu memberi tahu temannya yang baru pertama kali hendak pergi ke luar negeri, untuk menggunakan kartu Visa dalam transaksi dengan trasportasi publik. Selain tidak perlu ribet memegang banyak kartu, juga tidak ribet harus top-up karena langsung terdebit ke saldo.

Untuk diketahui, sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan pembayaran digital yang menaungi 200 negara, Visa, menyebutkan bahwa 78 persen generasi Z lebih suka bertransaksi nontunai. “Dari mereka yang telah mencoba menggunakan pembayaran nontunai, Gen Z (78 persen),” ujar Presiden Direktur Visa Indonesia, Riko Abdurrahman.

Kemudian Gen Y (74 persen), dan kalangan affluent (73 persen) menjadi yang terdepan. Mereka yang sudah mencoba transaksi nontunai rata-rata berhasil melakukannya beberapa hari. Sementara yang belum mencoba, kebanyakan percaya diri mereka bisa bertahan selama 24 jam hingga 3 hari ke depan tanpa uang tunai.

Di era ponsel dan internet, kecepatan dan kemudahan pembayaran digital memiliki daya tarik yang lebih besar, baik itu melalui dompet digital, QR, hingga kartu kredit contactless. Faktor-faktor ini juga menyebabkan penurunan penggunaan uang tunai pascapandemi, sementara pembayaran digital meningkat pesat.

Consumer Payment Attitudes Study 2022 dari Visa menemukan dua dari tiga masyarakat Indonesia (67 persen), bersiap-siap untuk meninggalkan uang tunai. Dilihat dari hasil studi Visa, metode pembayaran digital yang paling banyak digunakan oleh Gen Z di Indonesia adalah dompet digital atau e-wallet (89 persen), disusul dengan kartu debit atau kredit (76 persen) dan QR code (67 persen).

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement