Ahad 10 Sep 2023 14:46 WIB

Mesin Oksigen Mars Milik Penjelajah Perseverance Telah Capai Akhir Misinya

Mesin oksigen mengambil karbon dioksida dari Mars dan diubah menjadi oksigen.

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Nora Azizah
Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment adalah sebuah kotak kecil yang terletak di dalam penjelajah yang mengambil karbon dioksida dari atmosfer Mars dan mengubahnya menjadi oksigen.
Foto: EPA-EFE/NASA/JPL-Caltech
Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment adalah sebuah kotak kecil yang terletak di dalam penjelajah yang mengambil karbon dioksida dari atmosfer Mars dan mengubahnya menjadi oksigen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eksperimen untuk membuat oksigen di planet Mars telah berakhir, dengan instrumen MOXIE milik penjelajah Perseverance menyelesaikan misinya. MOXIE atau Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment, adalah sebuah kotak kecil yang terletak di dalam penjelajah yang mengambil karbon dioksida dari atmosfer Mars dan mengubahnya menjadi oksigen. 

Setelah 16 kali berhasil dijalankan, eksperimen kini telah selesai. MOXIE bekerja seperti sel bahan bakar yang dijalankan secara terbalik, menyerap karbon dioksida dan kemudian menggunakan listrik untuk memecah molekul menjadi oksigen dan karbon monoksida. Ide ini dipahami dengan baik di Bumi, namun belum pernah dicoba di Mars sebelumnya. 

Baca Juga

Jadi tujuan percobaan ini hanya untuk melihat apakah ide tersebut berhasil dan dapat digunakan sebagai teknologi masa depan yang potensial untuk misi berawak. 

Dilansir Digital Trends, Ahad (10/9/2023), percobaan ini berjalan sesuai rencana, menghasilkan rekor jumlah oksigen, dan menghasilkan total 122 gram oksigen selama masa pakainya. Percobaan ini disebar pada waktu yang berbeda dalam satu tahun Mars untuk melihat bagaimana kinerjanya dalam suhu dan lingkungan berdebu yang berbeda, dan percobaan tersebut menghasilkan hingga 12 gram oksigen per jam, dua kali lipat dari target awal. 

Wakil Administrator NASA Pam Melroy dalam sebuah pernyataan mengungkapkan kinerja MOXIE yang mengesankan menunjukkan bahwa ekstraksi oksigen dari atmosfer Mars dapat dilakukan— oksigen yang dapat membantu memasok udara untuk bernapas atau bahan bakar roket bagi astronaut masa depan. 

“Mengembangkan teknologi yang memungkinkan kita menggunakan sumber daya di bulan dan Mars sangat Penting untuk membangun kehadiran bulan dalam jangka panjang, menciptakan ekonomi bulan yang Kuat, dan memungkinkan kita mendukung kampanye awal eksplorasi manusia ke Mars,” kata Melroy. 

Selain terkenal karena pencapaianya sendiri dan sebagai cara memproduksi oksigen untuk misi berawak di masa depan, eksperimen ini juga menunjukkan kegunaan yang lebih luas dari pendekatan yang disebut in-situ resource utilization (ISRU). Idenya adalah menggunakan bahan dan sumber daya yang tersedia di lingkungan luar angkasa, seperti atmosfer karbon dioksida di Mars atau regolit berdebu di bulan, untuk membuat sumber daya yang dibutuhkan untuk misi. 

Peneliti utama instrumen tersebut, Michael Hecht dari MIT mengungkapkan MOXIE jelas menjadi inspirasi bagi komunitas ISRU. 

"Ini menunjukkan NASA bersedia berinvestasi pada teknologi masa depan seperti ini. Dan ini telah menjadi andalan yang telah memengaruhi industri sumber daya luar angkasa yang menarik," ujar Hecht.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement