Ahad 27 Aug 2023 21:21 WIB

Dokter Ungkap Penyebab Sebagian Orang Kuat Menyantap Makanan Superpedas

Penyuka cabai kerap mencari level kepedasan yang lebih tinggi lagi.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Sambal. Makanan pedas berpotensi mengubah ujung saraf.
Foto: www.freepik.com
Sambal. Makanan pedas berpotensi mengubah ujung saraf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang sangat suka menyantap makanan pedas, bahkan yang superpedas. Sementara itu, ada juga orang yang sama sekali tidak kuat makan pedas. Mengapa lidah beberapa orang mampu mengatasi rasa pedas, sementara yang lain tidak demikian?

Lewat videonya di media sosial TikTok, dokter Karan Raj menyebut orang yang terbiasa dengan makanan pedas bisa jadi sudah kehilangan sebagian neurotransmitter. Neurotransmitter adalah senyawa kimia yang berfungsi membawa pesan sinyal antarneuron dan sel lain di tubuh.

Baca Juga

Raj menjelaskan, makanan pedas yang sarat cabai dan rempah-rempah berpotensi mengubah ujung saraf. "Jika menyukai makanan pedas dan terus memakannya dalam jumlah banyak, Anda bisa membuat saraf kebal," kata Raj, dikutip dari laman Huffington Post, Ahad (27/8/2023),

Capsaicin, zat yang membuat cabai terasa pedas, bisa mengikat dan mengaktifkan reseptor rasa sakit di mulut dan lidah yang disebut TRVP1. Namun, jika seseorang mengonsumsi makanan pedas secara teratur, kepekaan reseptor itu jadi mulai menurun.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement