Rabu 10 May 2023 08:10 WIB

Sekarang Bisa Langganan Panel Surya di Rumah, Begini Caranya

Biaya berlangganan bulanan panel surya bersifat tetap selama lima tahun.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Natalia Endah Hapsari
Masyarakat kini bisa berlangganan panel surya di rumah. Syaratnya, hanya perlu membayar biaya berlangganan bulanan yang bersifat tetap selama lima tahun, dan akan mengalami kenaikan setiap lima tahun setelahnya.
Foto: Sun Terra
Masyarakat kini bisa berlangganan panel surya di rumah. Syaratnya, hanya perlu membayar biaya berlangganan bulanan yang bersifat tetap selama lima tahun, dan akan mengalami kenaikan setiap lima tahun setelahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA---Penggunaan tenaga surya atau matahari untuk menggantikan listrik, masih belum familiar di masyarakat Indonesia lantaran biayanya yang dianggap mahal. Namun kini, masyarakat bisa menyewa panel surya dengan harga yang sangat terjangkau.

Sun Terra sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), memberikan kemudahan bagi masyarakat yang aware dengan green energy. Menyoroti rumah-rumah yang biasanya menggunakan listrik antara 2000 hingga 5000 watt.

Baca Juga

“Kalau beli cash memang cukup besar (biayanya). Kita berpikir apakah kita bisa buat suatu produk yang masyarakat bisa mudah tanpa terbebani,” ujar CEO Sun Terra, Fanda Soesilo, saat ditemui di Jakarta, Selasa (9/5/2023).

Biaya pemasangan panel surya di rumah yang bisa mencapai Rp 50 juta, kini bisa dipasang hanya mulai dari Rp 200 ribu saja dengan program Solar Subscription Sun Terra. Masyarakat hanya perlu membayar biaya berlangganan bulanan yang bersifat tetap selama lima tahun, dan akan mengalami kenaikan setiap lima tahun setelahnya.

Pemasangan ini tanpa periode kontrak dan dapat terus melanjutkan hingga 25 tahun atau melakukan pembelian keseluruhan sistem PLTS yang sudah terpasang. Selama masa itu, pelanggan mendapat jaminan pemeliharaan dan penggantian komponen yang rusak secara gratis.

Pemasangan PLTS ini sudah mulai dilakukan pada perumahan-perumahan baru yang bekerja sama dengan Sun Terra. Tetapi bagi rumah-rumah yang sudah jadi, pemasangan juga bisa dilakukan. Untuk mengetahui berapa jumlah tenaga surya yang dibutuhkan, masuk dulu ke website atau aplikasi Sun Terra.

“Jadi kita sudah ada aplikasi, tinggal download, lalu ada namanya solar calculator. Di sana ada pertanyaan-pertanyaan. Seperti sudah pakai listrik berapa, billing PLN berapa, atap rumahnya pakai apa. Setelah kuesioner dijawab, itu otomatis dia bisa generate sistem berapa besar yang cocok di rumah pelanggan,” papar Fanda.

Setelah itu, akan ada opsi, apakah ingin membeli cash atau subscription (berlangganan) per bulan. Kalau ingin berlangganan, akan ada rincian tenaga surya yang dibutuhkan, beserta biaya per bulannya. Setelah disetujui, tim teknis Sun Terra akan datang untuk pemasangan.

Saat ini sekitar 500 titik di wilayah Jabodetabek sudah memasang panel surya dengan total tenaga surya hampir enam megawatt peak (mWp). Wilayah Bali dan Lombok, NTB, juga sudah mulai banyak masyarakat yang ikut memasang panel surya di rumahnya.

Pemasangan panel surya juga sudah sampai di beberapa kota di Kalimantan, Sumatera Utara, dan Lampung. Fanda juga berharap ke depannya semakin banyak masyarakat yang peduli dengan penggunaan panel surya, serta mendapat dukungan dari pemerintah.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement