Kamis 27 Apr 2023 10:49 WIB

Mau Pakai Kunci Pintar di Rumah? Pertimbangkan Ini Dulu

Kunci pintar menjadi semakin populer dan banyak dipilih karena kemudahan pemakaian.

Rumah dengan teknologi smart home terkini serta desain hemat energi menjadi pilihan masyarakat urban./ilustrasi
Foto: dok Asya
Rumah dengan teknologi smart home terkini serta desain hemat energi menjadi pilihan masyarakat urban./ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kunci pintar menjadi semakin populer dan banyak dipilih oleh pengguna karena kemudahan dan kenyamanannya. Namun, meski tampak modern dan praktis, perangkat pintar ini juga membawa risiko keamanan yang harus diperhatikan.

Beberapa risiko tersebut diungkapkan oleh Kaspersky, perusahaan keamanan siber terkemuka. Berikut adalah tiga alasan mengapa penggunaan kunci pintar perlu dipertimbangkan dengan cermat, sebagaimana tertulis dalam keterangan pers.

Baca Juga

Alasan pertama adalah rentannya kunci pintar secara fisik. Kunci pintar menggabungkan teknologi dengan perlindungan fisik. Namun, tidak semua perangkat memiliki kualitas yang baik dalam menggabungkan kedua konsep ini, sehingga risiko penipuan fisik terhadap kunci pintar tetap ada.

Alasan kedua berkaitan dengan komponen "pintar" yang terdapat pada perangkat tersebut. Banyak pengembang cenderung memprioritaskan fungsionalitas ketimbang keamanan, sehingga ada kemungkinan bahwa orang dapat memperoleh akses ke kunci pintar dan membukanya tanpa otorisasi yang tepat.

Ada beberapa contoh tentang kunci pintar yang rentan seperti mudah diretas dan bahkan memungkinkan akses ke kata sandi jaringan Wi-Fi Anda.

Alasan ketiga adalah bahwa perangkat lunak perlu diperbarui secara berkala untuk menjaga keamanannya. Namun, dukungan untuk perangkat IoT biasanya tidak selama dukungan untuk perangkat ponsel cerdas yang baru rilis, sehingga perangkat mungkin tidak selalu terlindungi dengan update keamanan terbaru.

Meski demikian, Kaspersky menegaskan bahwa semua jenis kunci, termasuk kunci pintar, memiliki risiko keamanan dan dapat diretas.

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan tingkat keamanan sebelum memutuskan apakah menggunakan kunci pintar atau kunci tradisional.

Jika Anda tetap memilih kunci pintar, Kaspersky merekomendasikan untuk mencari informasi lengkap tentang perangkat tertentu sebelum melakukan pembelian.

Pastikan juga bahwa Anda memperbarui perangkat secara berkala dan memilih vendor yang memiliki reputasi yang baik dalam hal keamanan siber. Dengan memperhatikan beberapa hal ini, pengguna kunci pintar dapat mengurangi risiko keamanan yang dapat terjadi.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement