Ahad 29 Jan 2023 11:01 WIB

Terkena Penangguhan Akun Twitter, Pengguna Bisa Lakukan Hal Ini

Twitter mengumumkan pengguna dapat mengajukan banding jika terkena penangguhan.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Natalia Endah Hapsari
 Twitter mengumumkan pengguna dapat mengajukan banding jika mereka terkena penangguhan akun/ilustrasi
Foto: AP
Twitter mengumumkan pengguna dapat mengajukan banding jika mereka terkena penangguhan akun/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Twitter mengumumkan pengguna dapat mengajukan banding jika mereka terkena penangguhan akun mulai 1 Februari 2023. Nantinya, akun pengguna akan dievaluasi berdasarkan kriteria baru platform media sosial untuk pemulihan.

Menurut kriteria baru, akun Twitter hanya akan ditangguhkan untuk pelanggaran berat atau berkelanjutan dan berulang terhadap kebijakan platform. Di antara yang termasuk dalam pelanggaran kebijakan berat adalah akun yang terlibat dalam konten atau aktivitas ilegal, menghasut atau mengancam melakukan kekerasan atau bahaya, dan terlibat dalam pelecehan yang ditargetkan terhadap pengguna lain.

Baca Juga

Ke depannya, Twitter akan mengambil tindakan yang lebih ringan dibandingkan dengan penangguhan akun. Misal, membatasi jangkauan tweet atau meminta pengguna untuk menghapus tweet sebelum melanjutkan penggunaan akun.

Pada bulan Desember, bos Twitter Elon Musk mendapat kecaman karena menangguhkan akun beberapa jurnalis. Setelah banyak yang protes, Musk kemudian mengaktifkan kembali akun trsebut.

Sejak Musk mengambil alih perusahaan, banyak kontroversial yang terjadi. Mungkin Musk bukan orang yang cocok memimpin platform meda sosial itu. Sebab, peningkatan kebijakan moral dan konten telah dibatalkan sejak Musk bergabung dengan perusahaan.

Salah satu co-founder Twitter Biz Stone mengatakan menjalankan perusahaan media sosial bukanlah situasi yang saling menguntungkan. “Selalu sulit karena 50 persen orang akan menjadi senang dan 50 persennya lagi orang akan marah kepadamu,” kata Stone, dilansir Live Mint, Ahad (29/1/2023).

Sejak pengambilalihan Twitter, Musk telah dikritik karena keputusannya termasuk PHK besar-besaran, strategi monitisasi yang keras, memulihkan akun yang sebelumnya diblokir, dan lainnya.

Menyinggung tentang bagaimana kebijakan konten telah berubah, Stone mengatakan semua yang dibangun telah hilang sekarang. “Kami membuat banyak peningkatan tentang kebijakan konten dan itu semua hilang sekarang,” ujarnya.

Pada tahun 2006, Stone bersama Jack Dorsey, Noah Glass, dan Evan Williams mendirikan Twitter. Atas perintah kepala eksekutif Dorsey, Stone kembali ke bisnis itu untuk memandu perusahaan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement