Rabu 11 Jan 2023 12:02 WIB

Instagram dan Facebook Batasi Iklan yang Bidik Remaja

Mulai depan, pengiklan tidak akan bisa menargetkan remaja berdasarkan jenis kelamin.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Qommarria Rostanti
Instagram dan facebook membatasi iklan yang membidik kaum remaja. (ilustrasi)
Foto: Webster2703 via Pixabay
Instagram dan facebook membatasi iklan yang membidik kaum remaja. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meta semakin membatasi cara pengiklan pada platformnya yang membidik pengguna di bawah usia 18 tahun. Mulai bulan depan, perusahaan akan menghapus kemampuan pengiklan untuk menargetkan remaja di Instagram dan Facebook berdasarkan jenis kelamin.

Meski begitu, pengiklan masih dapat menggunakan target usia dan lokasi. Pada 2021, Meta mengembalikan penargetan iklan berdasarkan minat dan aktivitas pengguna remaja, istilah umum untuk kumpulan data yang dikumpulkan perusahaan tentang aktivitas internet Anda.

Baca Juga

Dengan pengetatan aturan terbaru ini, pengiklan tidak dapat lagi menargetkan remaja berdasarkan keterlibatan dalam aplikasi, seperti halaman Instagram dan Facebook yang mereka ikuti dan sukai. Mulai Maret, remaja juga akan memiliki lebih banyak alat yang tersedia untuk mengontrol jenis iklan yang mereka lihat.

Di bawah Preferensi Iklan, mereka akan dapat memilih topik yang ingin mereka lihat lebih sedikit tentang iklan. Topiknya mencakup minat luas seperti tata rias atau selebritas serta kategori yang lebih samar seperti “mencintai diri sendiri" atau "petualangan.”

Penanganan pengguna anak-anak dan remaja sudah lama menjadi topik perdebatan. Kerap kali, platform akhirnya menjadi reaktif daripada proaktif ketika masalah terungkap.

Misal, menurut laporan The Pharmaceutical Journal, postingan yang mempromosikan obat yang digunakan untuk menurunkan berat badan yang menjangkau remaja ditemukan di Tiktok. Beberapa unggahan yang ditandai ke perusahaan akhirnya dihapus.

Dilansir The Verge, Rabu (11/1/2023), Instagram telah memperkenalkan sejumlah langkah untuk lebih mengontrol bagaimana pengguna muda menikmati aplikasi. Pada tahun lalu, perusahaan mulai meluncurkan fitur yang mendorong remaja menjauh dari konten yang berpotensi berbahaya jika mereka terlalu lama menjelajahi aplikasi.

Meta mengatakan, pembatasan iklan tambahan yang baru diumumkan dapat memperhitungkan bahwa remaja belum tentu diperlengkapi seperti orang dewasa untuk membuat keputusan tentang bagaimana data online mereka digunakan untuk iklan. Namun, Meta tidak menangguhkan iklan untuk anak-anak. Perusahaan mengatakan penargetan usia dan lokasi diperlukan untuk menayangkan iklan yang sesuai dengan usia dan lokasi tertentu.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement