Jumat 06 Jan 2023 19:34 WIB

Baru Dilepaskan di Orbit, Ini Beda Satelit SS-I dengan Satelit pada Umumnya

Perbedaan paling terlihat ada di bentuk satelit.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Natalia Endah Hapsari
Satelit nano Surya Satellite-I (SS-I) hasil karya anak bangsa yang dilepaskan ke orbit bumi dari stasiun luar angkasa internasional atau ISS, Jumat (6/1/2023).
Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Satelit nano Surya Satellite-I (SS-I) hasil karya anak bangsa yang dilepaskan ke orbit bumi dari stasiun luar angkasa internasional atau ISS, Jumat (6/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satelit Surya Satellite-I (SS-I) karya anak bangsa baru saja dilepaskan di low earth orbit (LEO), yakni di ketinggian 400-420 km di atas permukaan bumi. Satelit dengan jenis nano itu berbeda dengan satelit yang umumnya dipakai dan beroperasi saat ini, yakni satelit mikro.

Ada sejumlah perbedaan, baik itu bentuk maupun fungsi. Perbedaan paling terlihat ada di bentuk satelit. Di mana, SS-I sebagai satelit nano memiliki ukuran 10x10x11,35 cm dengan berat 1 hingga 1,3 kg. Jauh berbeda dengan satelit mikro yang umumnya memiliki berat 50-70 kg.

Baca Juga

"Karena ukurannya lebih kecil, cuma 10 cm, itu lebih mudah untuk dikembangkan. Kalau konvensional yang kita tahu ukurannya mungkin skala meter. Terus juga beratnya berton-ton atau ratusan kilo. Itu rumit untuk dikembangkan dan juga sangat mahal," jelas SS-I Project Leader, Setra Yoman Prahyang, usai pelepasan satelit di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Jumat (6/1/2023).

Selain ukuran, secara fungsi juga terdapat perbedaan. Karena ukuran yang lebih kecil, ada keterbatasan untuk memasukkan sejumlah komponen di dalam satelit nano. Dia memberikan contoh fungsi satelit untuk komunikasi. Di satelit nano, kapasitas untuk melakukan komunikasi lebih sedikit ketimbang satelit lain yang lebih besar.

"Satelit nano ukurannya kecil. Sehingga yang diisi juga relatif sedikit. Kita harus selektif. sehingga fungsinya mungkin, oke komunikasi, tapi mungkin kapasitas komunikasinya lebih kecil," jelas dia.

Proyek SS-I dikembangkan selama kurang lebih enam tahun oleh tujuh orang yang kala itu masih menjadi mahasiswa di Surya University. Selain Setra, enam orang lainnya ialah Hery Steven Mindarno, M Zulfa Dhiyaulfaq, Suhandinata, Afiq Herdika Sulistya, Roberto Gunawan, dan Correy Ananta Adhilaksma.

"Misi Utama dari proyek SS-I adalah automatic package radio system (APRS) untuk kebutuhan radio amatir ORARI dan juga dapat difungsikan untuk komunikasi dan deteksi kebencanaan," jelas Setra.

Berikut spesifikasi satelit nano Surya Satellite-I (SSI)

  • Dimensi: 10x10x11,35 cm
  • Massa: 1,3 kg
  • Masa operasi: Satu tahun
  • Orbit: 380-420 km di atas permukaan bumi atau low earth orbit (LEO)
  • Frekuensi: VHF @ 145,825 MHz

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement